Terkendala Tekstur Tanah, Proyek Penanganan Krisis Air Bersih Jerowaru Belum Rampung

Lokasi pembangunan tower Sumur Tutuq yang airnya akan dialirkan ke masyarakat di wilayah Kecamatan Jerowaru. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Progres pekerjaan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sumur Tutuq Kecamatan Jerowaru sampai saat ini baru mencapai 59,31 persen. Proyek yang akan ditujukan untuk penanganan krisis air bersih di wilayah Jerowaru ini coba dikebut pembangunannya. Harapannya, proses pengerjaan proyek senilai Rp3,9 miliar ini rampung akhir tahun 2019 ini.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lotim, Makrifatullah, menjelaskan, belum rampungnya pembangunan SPAM Sumur Tutuq ini, karena terbentuk tekstur tanah yang berat.

Tekstur tanah yang keras ini membuat rekanan butuh waktu untuk bisa memasang pondasi sesuai standar konsultan. Di mana, harus ada pemasangan tiang pancang. Dalam proses pemasangannya ditemukan kedalaman yang variatif.

Dijelaskan, sudah dilakukan pengeboran dan baru beberapa waktu lalu didapat kedalaman yang ideal sesuai standar. Sudah sesuai juga dengan kajian ahli dari Unram yang telah dilaporkan oleh konsultan perencana.

Tinggi tower sambungnya 30 meter. Ketentuan standar tiang pancang ini harus memastikan bisa menahan beban secara vertikal maupun horizontal. Konstruksi bangunan tower ini juga memastikan harus tahan dari guncangan.

Sementara itu, volume pekerjaan galian pipa dan pemasangan pipa ukuran 2 sampai dengan 6 inci ini sudah 99 persen. “Jadi tinggal tinggal menunggu pembangunan tower setinggi 30 meter dari muka tanah,” imbuhnya.

Panjang galian pipa dan pemasangan pipa 12 km. Sasaran sambungan sampai di desa Sekaroh. Diketahui, Desa Sekaroh ini adalah desa yang langganan krisis air bersih tiap tahunnya. Saat musim kemarau, warga Sekaroh terpaksa harus membeli air selain menanti bantuan dari pemerintah.

Mengingat kebutuhan akan air ini sangat vital, besar harapannyak proyek strategis pemerintah era kepemimpinan Bupati Sukiman Azmy dan H Rumaksi ini bisa rampung. “Mudah-mudahan saja di sisa waktu anggaran 2019 pekerjaan SPAM Sumur Tutuq bisa segera dinikmati masyarakat Jerowaru,” harapnya. (rus)