Bupati Lotim. Tidak Batasi Pemekaran Dusun dan Desa

Bupati Lotim,  H. M Sukiman Azmy (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB)  – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. M. Sukiman Azmy mempersilakan pemekaran dusun dan desa. Para kepala desa diminta tidak membatasi proses pemekaran tersebut atas alasan anggaran. Soal anggaran katanya menjadi tanggung jawab bupati.

“Berapapun  yang diminta oleh desa untuk mekar, silakan mekarkan desa tersebut,” ungkap bupati saat melantik dua kepala desa di Lotim, yakni Kepala Desa Pringgabaya Utara dan Desa Pemongkong di Pendopo Bupati, Senin,  11 November 2019.

Dijelaskan, yang bertanda tangan dan bertanggung jawab soal pemekaran adalah bupati, sehingga, masalah anggarannya kalau tidak memungkinkan pada tahun 2020 maka siap akan dianggarkan pada tahun 2021 mendatang.

Para kepala desa, termasuk dua kepala desa yang dilantik kemarin diminta sesegera mungkin melakukan rumusan bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) masing-masing.

Tanah kantor desa yang masih berstatus pinjaman atau bukan hak milik desa dipersilakan untuk mengadakan kantor desa yang repesentatif. Salah satu persyaratan pemekaran desa minimal harus ada tanah seluas 12 are. “Saya tagih itu,” ungkap Sukiman.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dua kepala desa berdasarkan  Surat Keputusan Bupati Lotim Nomor  188.45/570/PMD/2019 tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Desa Pringgabaya Utara Antar Waktu Terpilih  masa jabatan 2017-2023 yang dijabat oleh Manan dan Keputusan Bupati Nomor : 188.45/590/PMD/2019 tentang Pengesahan Kepala Desa Pemongkong Antar Waktu Terpilih masa jabatan 2017-2023 dijabat oleh Syamsul Bahri.S.pd.

Bupati juga mengingatkan, empat sifat kepemimpinan Nabi Muhammad SAW yang harus dimiliki seorang pemimpin, yakni siddiq, amanah, tabliq dan fatonah. Siddiq artinya benar. ”Benar perkataannya, benar penglihatannya, benar pendengarannya, benar apa yang dilakukannya dan benar semua tingkah laku dan perbuatannya,” ucap Sukiman.

Selanjutnya sifat amanah. Menjaga tanggungjawab dengan sebaik-baiknya untuk kemasyalatan orang banyak. Sifat ke tiga adalah tabliq,  menyampaikan apapun itu dengan transparansi dalam melaksanakan jabatannya. Dan sifat yang terakhir yaitu fatonah atau cerdas. Seorang pemimpin dapat menyelesaikan masalah dengan adil. “Apabila seorang pemimpin dapat berpatokan pada 4 sifat tersebut, maka insya Allah tidak akan ada masalah yang ditemui,”demikian Sukiman. (rus)