RAPBD Lotim 2020 Tembus Rp 2,7 Triliun

Bupati Lotim H. M. Sukiman Azmy bersalaman dengan anggota DPRD saat sidang paripurna, Senin,  11 November 2019. . (Suara NTB/rus)

Advertisement

Selong (Suara NTB) – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) 2020 Rp 2,7 triliun lebih. Dari sisi pendapatan, masih dominasi dana perimbangan pusat. Sedangkan dari belanja, dominasi belanja tidak langsung dengan rincian terbesar pada belanja pegawai.

Demikian tertuang dalam penyampaian arah kebijakan dan penganggaran R APBD 2020 disampaikan Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy pada sidang paripurna DPRD Lotim, Senin,  11 November 2019.

Pada kesempatan itu, bupati menyebut, pertama dari aspek pendapatan tahun 2020 diasumsi Rp 2,724 triliun. Pendapatan tersebut diperoleh dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya Rp 322 miliar. Dana perimbangan atau transfer pusat ini mencapai Rp 1,8 triliun. Sisanya dari pendapatan asli daerah yang sah Rp 583 miliar.

Sedangkan komponen belanja ditarget Rp 2,777 triliun. Belanja ini sebagian besar ke tidak langsung sebesar Rp 1,592 triliun atau 57,32 persen dari total belanja. Tergambar paling besar adalah belanja pegawai Rp 1,24 triliun, atau 36,90 persen. Belanja pegawai dimaksud ini adalah terdiri dari gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) sebesar Rp 670 miliar, termasuk di dalamnya acress gaji dan tunjangan hari raya dan persiapan gaji bagi para ASN baru. Para ASN juga diberikan tunjangan kinerja Rp 67 miliar. Pembayaran tunggakan BPJS Kesehatan Rp 26 miliar, tunjangan profesi guru dan tambahan penghasilan Rp 281 miliar yang bersumber dari DAU non fisik.

Sementara porsi belanja langsung Rp 1,185 triliun atau 42,68 persen dari total belanja. Di antaranya untuk pelaksanaan urusan wajib dasar. Bidang pendidikan dialokasikan anggaran Rp872 miliar atau sudah melampaui ketentuan minimal sesuai amanah konstitusi sebesar 20 persen.

Menjadi komitmen pemerintah era kepemimpinan Bupati Sukiman Azmy dan Wakil Bupati H. Rumaksi Sjamsuddin, adalah belanja pada bidang infrastruktur. Lotim terus berupaya untuk mengentaskan kemiskinan. Upaya meningkatkan ekonomi masyarakat yang didukung oleh ketersediaan insfrastrutur daerah, terutama prasarana jalan, air bersih, sarana irigasi, menciptakan kesempatan kerja, menggerakkan ekonomi masyarakat, dan berupaya mengentaskan kemiskinan serta mengalokasikan belanja untuk lebih mendukung program atau kegiatan yang berkesinambungan.

Pada tahun 2020, Lotim  juga komitmen untuk melakukan penghematan pada kegiatan kegiatan yang kurang produktif dan tidak dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Ketiga mempertimbangkan kebutuhan teoritas utama yang tidak dapat diselasaikan dalam kurun waktu satu tahun anggaran dengan melakukan peningkatan anggaran tahun jamak untuk beberapa jenis kegiatan di antaranya insfrastruktur jalan air bersih dan jaringan irigasi.

Pemberian hibah atau bantuan sosial kemasyarakatan dengan tujuan untuk menunjang pencapaian sasaran program dan kegiatan pemerintah daerah juga tetap dilakukan. Salah satu wujud nyata untuk pengentasan kemiskinan yang dilakukan Pemda Lotim ini adalah perbaikan rumah tidak layak huni sebanyak 4.935 unit rumah. Masing-masing bersumber dari 1.295 unit, APBD provinsi 350 dan sisanya dari APBD Lotim dan masing-masing desa di seluruh Lotim. (rus)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.