Komisi IV DPRD Lotim Sidak Progres Pembangunan Proyek Fisik

Komisi IV DPRD Lotim melakukan sidak pembangunan Puskesmas Masbagik Baru yang saat ini progres pembangunan fisik penambahan gedung masih berjalan, Rabu,  6 November 2019. (Suara NTB/yon)

Advertisement

Selong (Suara NTB) – Komisi IV DPRD Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Rabu,  6 November 2019 melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik untuk memantau progres pembangunan fisik yang pengerjaannya masih berjalan. Sidak ini dilakukan untuk mendorong supaya segala pembangunan fisik dari berbagai sumber anggaran dapat tuntas sebelum memasuki tahun 2020.

Ketua Komisi IV DPRD Lotim, H. Lalu Hasan Rahman, mengungkapkan sidak tersebut dilakukan berdasarkan hasil rapat kerja untuk mengevaluasi segala jenis pembangunan fisik di tahun 2019. Di mana beberapa OPD mengalami keterlambatan progres fisik dan keuangan, seperti pembangunan puskesmas, pasar dan ruas jalan. Sehingga diinstruksikan kepada OPD yang memiliki pekerjaan untuk mempercepat proses pengerjaan agar tidak kewalahan ketika memasuki APBD 2020.

Beberapa pembangunan yang didatangi, seperti pembangunan gedung Puskesmas Masbagik baru dan pasar baru Paokmotong. Selanjutnya, Kamis hari ini Komisi IV diagendakan meninjau progres pembangunan fisik di wilayah Kecamatan Pringgabaya, Sembalun dan Sambelia. Untuk di Pasar Paokmotong, kata Hasan Rahman, dalam laporan progres 10 persen. Namun saat dilakukan sidak langsung, progres di lapangan cukup bagus, sehingga dapat diharapkan selesai bulan November ini.

Sementara untuk puskesmas dan infrastruktur jalan akan dilakukan evaluasi. Karena masih di bawah 50 persen. Kendati demikian, pengerjaan diharapkan tidak melebihi batas waktu anggaran.

“Untuk di Puskesmas ini diminta percepatan lantaran keterlambatan pengerjaan akan mengganggu anggaran dan perencanaan kedepan. Proses pengerjaan harus semua tuntas baik fisik dan perbayaran supaya pada tahun 2020 tidak mengganggu APBD,”harap politisi partai Golkar ini.

Sementara dari semua pengerjaan fisik di masing-masing OPD, Hasan Rahman menyebut realisasi pengerjaan fisik paling rendah di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), diikuti Dinas Kesehatan (Dikes) dan Disperindag untuk pembangunan pasar. “Dengan kita turun ini dapat dievaluasi pengerjaan untuk diambil sampelnya. Pihak kontraktor juga dapat lebih cepat bekerja dengan menambah tenaga,”ujarnya. (yon)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.