Mata Air Ambung, Pemilik Lahan Ancam Jual ke Investor

Bupati Lotim H. M. Sukiman Azmy meninjau lokasi mata air Ambung yang menjadi sengketa antara PDAM dengan pemilik lahan, Asmadi beberapa waktu lalu.  (Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Polemik antara warga yang mengklaim sebagai pemilik mata air Ambung Desa Rempung Kecamatan Pringgasela dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) berbuntut panjang. Selain menyampaian pengaduan ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), pemilik lahan lokasi mata air itu juga sudah bersiap akan menjualnya ke investor. Sampai saat ini, mata air tersebut masih ditutup oleh Asmadi selaku pemilik lahan..

Dikonfirmasi Minggu,  3 November 2019, Asmadi mengatakan, sumber mata air Ambung tidak ia buka selama belum ada pembayaran sesuai dengan perjanjian kesepakatan dengan Pemda Lotim. Termasuk dituntutnya adalah ganti rugi pemakaian pemanfaatan sumber mata air yang sudah dipakai selama 26 tahun. “Pembayaran lahan seluas 20 are sesuai dengan isi kontrak itu sudah ditandatangani oleh Direktur PDAM Lotim,” kata Asmadi.

Warga Kampung Baru Desa Masbagik Selatan mengatakan sudah ada juga perjanjian damai dan perjanjian kontrak dengan Pemda Lombok Timur sejak tanggal 17 Januari 2019 hingga 13 Februari 2019. Akan tetapi, hingga hari ini Pemda belum melakukan pembayaran terhadapnya.

Beberapa waktu lalu Asmadi mengaku sudah bertemu langsung dengan bupati dan jajarannya di lokasi mata air. Mengutip pernyataan Bupati, kata Asmadi orang nomor satu di Lotim tersebut telah menyetujui dan menyarankan untuk dilakukan pembayaran dan tidak ada lagi perkara di pengadilan manapun karena sudah ada perjanjian damai. Bahkan katanya, Bupati sudah perintahkan untuk segera melakukan pembayaran.

Sementara itu, menurut keterangan yang diterima Asmadi di kantor BPKP Provinsi NTB yang didatanginya,  29 Oktober lalu, selama tidak melanggar prosedur dan adanya perjanjian damai oleh kedua belah pihak maka tidak pernah ada larangan pembayaran dari BPKP. “Tidak ada larangan dari BPKP untuk membayar,” tuturnya. Kata Asmadi, apa yang sudah disampaikan plt Direktur PDAM Lotim, H. Mustaan tidaklah  benar.

H.Mustaan saat dikonfirmasi menyatakan terkait tentang masalah mata Air Ambung yang dimiliki oleh Asmadi, bahwa Pemda telah menang dua kali pada tingkat pengadilan bahkan pernah mengajak Asmadi berdamai tapi ditolak oleh Asmadi. (rus)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.