Terseret Arus Sungai, Kematian Dua Mahasiswa Unram Murni Kecelakaan

BPBD Lotim bersama masyarakat setempat menunjukkan lokasi ditemukan jenazah, Reza Andika Firdaus, Minggu,  3 November 2019. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Dua mahasiswa Universitas Mataram (Unram) yang menjadi korban terseret arus sungai saat tengah melaksanakan kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di objek wisata Jeruk Manis Kecamatan Sikur, Minggu,  3 November 2019, dikabarkan sudah dipulangkan ke kampung halamannya. Kedua korban di antaranya, Reza Andika Firdaus (29) asal Sumbawa dan Widia Lasmita (23) asal Kempo Kabupaten Dompu. Dari hasil olah TKP, murni kematian korban disebabkan karena kecelakaan.

Kapolsek Sikur, Iptu. Ery Armunanto,SH., mengaku, Reza Andika Firdaus mengalami pendarahan di bagian wajah dan kepala. Pakaian yang digunakan pada saat itu berlumur darah saat mengangkat jenazah korban dari aliran sungai ke darat.

Korban dievakuasi menggunakan alat seadanya berupa sarung yang dipakai oleh para warga serta bambu. Proses evakuasi berjalan lancar meskipun medan cukup ekstrem untuk kemudian dibawa ke Puskesmas Kotaraja. “Di Puskesmas, jenazah Widia Lasmita dibawa langsung ke Dompu pada pukul 01:00 wita, berdasarkan permintaan keluarga. Pihak keluarga yang datang langsung menolak untuk dilakukan outopsi dan mengganggap kejadian itu suatu musibah,” katanya.

Korban dipulangkan setelah mendapat perawatan medis di Puskesmas Kotaraja Kecamatan Sikur. Awal kejadian pada saat korban bersama puluhan rekannya melaksanakan kegiatan pelatihan dan pendidikan dasar (Diklatsar) bagi anggota Kelompok Pemerhati Sosial (KPS) dari tanggal 31 Oktober hingga 3 November 2019 di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) tersebut. Namun memasuki hari ketiga, korban bersama 3 orang rekannya melakukan survei untuk pelaksanaan jurit malam dengan menyusuri aliran sungai sekitar pukul 15:30 wita.

Saat tengah dalam perjalanan, air cukup besar datang dari arah belakang korban dan membuat lima orang mahasiswa pada saat itu terpisah. Korban, Widia Lasmita yang saat itu terjebak dalam bebatuan meminta tolong kepada teman-temannya. Kemudian saat hendak dibantu oleh korban, Reza Andika Firdaus, yang bersangkutan langsung terseret arus sungai hingga dua kilometer dari lokasi kejadian dan ditemukan dalam kondisi meninggal. Begitupun yang dialami Widia Lasmita.

“Jarak ditemukan antara korban laki-laki dan perempuan satu kilometer. Kalau dari lokasi kejadian, berjarak satu kilometer untuk perempuan dan dua kilometer untuk korban laki-laki,” ujar Kepala Dusun, Erat Tanggek Mayung, Khaerudin, ditemui Suara NTB di lokasi ditemukannya korban.

Dituturkannya, kejadian terseretnya dua orang mahasiswa itu terjadi sekitar pukul 15: 30 wita, Sabtu (2/11) akhir pekan lalu. Akan tetapi informasi tersebut didapatkan saat hendak pergi berjamaah salat Magrib ke masjid dan langsung mengajak masyarakat sekitar untuk dilakukan pencarian menggunakan alat penerang seadanya. Saat itu, masyarakat dibagi menjadi beberapa tim untuk mempercepat proses pencarian. Alhasil, kelompok yang dipimpinnya berhasil menemukan, Reza Andika Firdaus tersangkut di bebatuan besar dan hampir tertutupi sampah. Sementara korban Widia Lasmita ditemukan oleh tim lainnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Urusan Logistik pada BPBD Lotim, Lalu Rusnan, menyampaikan bahwa insiden kejadian diinformasikan ke BPBD sekitar pukul 19:00 wita dari sekitar pukul 15:30 wita. Tim kemudian melakukan gerak cepat dan peninjauan lapangan. Saat kejadian, kata dia, di TKP tidak terjadi hujan yang menyebabkan korban tidak mengetahui adanya tanda-tanda terjadinya banjir.

Hal senada disampaikan, Zainudin, masyarakat setempat yang ikut melakukan evakuasi jenazah korban. Disebutkan jika korban diprediksi meninggal akibat benturan kepalanya dengan bebatuan. Pasalnya saat ditemukan kedua korban sudah tidak bernyawa dengan kondisi tubuh sudah mengeras. Evakuasi yang dilakukan menggunakan alat seadanya bersama jajaran kepolisian dari Polsek Sikur. (yon)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.