Tak Puas Hasil PAW Kades, Masyarakat Pemongkong Segel Kantor Desa

Masyarakat Desa Pemongkong melakukan penyegelan terhadap Kantor Desa Pemongkong sebagai bentuk kekecewaan atas PAW dan pemilihan kepala dusun di Desa Pemongkong, Kamis, 31 Oktober 2019. (Suara NTB/yon)

Advertisement

Selong (Suara NTB) – Masyarakat Desa Pemongkong Kecamatan Jerowaru menyegel Kantor Desa Pemongkong sejak  Rabu, 30 Oktober hingga Kamis, 31 Oktober 2019. Penyegelan ini dilakukan lantaran masyarakat tidak puas terkait hasil pemilihan kepala desa (kades) dalam Pergantian Antarwaktu (PAW) yang dilakukan.

Pendukung salah satu kandidat calon, Sudirman langsung menyegel kantor desa sebagai bentuk kekecewaannya. Masyarakat yang kecewa menyegel kantor desa menggunakan kayu bidara dengan menutup teras dan pintu Kantor Desa Pemongkong, Rabu, 30 Oktober 2019.

Dalam insiden ini, sempat terjadi adu mulut antara perangkat Desa Pemongkong, Arpan dengan masyarakat. Tapi, aksi ini dapat diamankan oleh personel Koramil 04 Keruak dan Polsek Jerowaru.

Pengamanan dipimpin langsung Danramil 04 Keruak Lettu. Inf. Agil bersama Kapolsek Jerowaru Ipda. Abd Rosyid, SH. Massa dapat diredam pukul 19.55 Wita dengan aman.

“Penyegelan dilakukan oleh masyarakat Desa Pemongkong karena tidak puas dengan hasil keputusan panitia,” terang Danramil 04 Keruak Lettu Inf. Agil.

Hingga Kamis siang, masyarakat masih berada di kantor desa. Masyarakat mengancam jika segel  dibuka tanpa ada kejelasan dari pihak kecamatan, maka akan dilakukan aksi penyegelan yang lebih besar. Salah satu tokoh masyarakat Desa Pemongkong Amaq Serun, sangat menyayangkan PAW Kades Pemongkong yang pemilihannya dinilai hanya formalitas saja. Kalau memang Kantor Desa Pemongkong miliknya masyarakat Dusun Ujung maka ia mempersilahkan supaya kantor Desa Pemongkong dipindahkan ke Dusun Ujung.

Hal tersebut karena sudah beberapa tahun masyarakat Dusun Pemongkong Selatan tidak pernah diloloskan pada setiap seleksi Pilkades. “Kurang apa lagi setiap calon yang kami usung selalu dicurangi. Kami punya banyak sarjana,” katanya. Camat Jerowaru Jumase, mengklaim jika tim sudah bekerja sesuai prosedur dan sesuai dengan aturan yang sudah ditentukan oleh peraturan Permendagri dan Perbup sehingga apapun hasil yang telah diperoleh itulah yang dilaksanakan. (yon)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.