Kemarau Panjang, Wilayah Selatan Lotim “Zero” Tanaman

Lahan-lahan pertanian tadah hujan yang terlihat mengering. Biasanya saat hujan, lahan-lahan ini akan terlihat hijau dengan tanaman-tanaman palawija. (Suara NTB/rus)

Advertisement

Selong (Suara NTB) – Siklus hujan beberapa tahun terakhir ini sudah tak lagi normal. Musim tanam Oktober-Maret sudah bergeser. Kemarau menjadi makin panjang. Pada daerah-daerah tadah hujan, seperti wilayah selatan Lotim ini terlihat masih nihil tanaman.

“Selatan  masih zero tanaman,” ungkap Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Lotim, Lalu Kasturi.

Menjawab Suara NTB, Selasa,  29 Oktober 2019, dia menjelaskan, Kabupaten Lotim sesuai prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan diguyur hujan pada pertengahan Desember mendatang.

Puncak kemarau prediksi sampai November mendatang. Khusus Lotim, dinilai sebenarnya siklusnya normal. Dibanding kebiasaan normal pada bulan Oktober hingga Maret, diakui terjadi pergeseran. Akan tetapi, dari sistem penanggalan Sasak yang dipercaya masyarakat, siklus  hujan sebenarnya tetap normal. Di mana beberapa tahun terakhir ini terjadi pada pertengahan Desember mendatang.

Saat ini, pada daerah-daerah yang mengandalkan air hujan diakui tanamannya kosong. Lahan-lahan terlihat kering. Menyambut datangnya musim hujan, sejumlah petani mulai membersihkan lahan dengan cara membakar ranting-ranting dan ilalang yang sudah mengering.

Menurut Lalu Kasturi, sebenarnya cara petani membakar ilalang dan tanaman liar yang mengering di areal sawah ini kurang baik. Semestinya tanaman yang mengering itu dibiarkan menjadi pupuk organik.

Beberapa tempat yang masih ada sumber air sudah diingatkan Dinas Pertanian untuk menanam tanaman yang tahan kekeringan, seperti jagung dan tanaman palawija lainnya. Kemarau panjang yang terjadi pada tahun 2019 ini memperlihatkan air Bendungan Pandanduri pun terus mengalami penyusutan, sehingga para petani diminta berhemat.

Sesuai hasil pertemuan dengan pihak Balai Wilayah Sungai (BWS), BMKG dan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi beberapa waktu lalu, diingatkan penggunaan air itu untuk manusia, tanaman dan ternak. Saat musim kemarau seperti saat ini, diutamakan penyelamatan manusia terlebih dahulu. Karenanya, Pemkab Lotim terus melakukan distribusi air ke wilayah yang mengalami krisis air bersih.  (rus)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.