Bansos untuk Mantan Napi Rp1,2 Miliar, Disos Lotim Libatkan Kepolisian

Eks napi yang sudah diseleksi dan akan diberikan bantuan berupa sapi dari Pemkab Lotim. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Dinas Sosial (Disos) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengalokasikan Rp 1,2 miliar dana untuk pembelian 100 ekor sapi. Dalam penyaluran bantuan tersebut, Disos melibatkan aparat kepolisian. Senin,  28 Oktober 2019, Disos Lotim dan Polres Lotim mengumpulkan para mantan napi dan diberikan pengarahan.

Wakapolres Lotim, Kompol Bayu Eko Panduwinoto, S.I.K mengemukakan dari 100 eks napi ini, Polres Lotim menyeleksi menjadi 20 orang. Sisanya 80 orang oleh Disos Lotim. Eks napi yang diberikan ini sebagian besar merupakan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor).  “Curanmor paling banyak, maling sapi ada satu dua orang,” ungkap Wakapolres.

Ada juga pelaku kejahatan yang lainnya. Semua eks napi tersebut katanya sudah dilakukan tahapan seleksi. Dipastikan semua yang masuk dari daftar Polres Lotim merupakan mantan pelaku semua dan tidak akan mengulang perbuatannya.

Diakui, tindak kejahatan yang dilakukan para eks napi ini dilatarbelakangi kondisi perekonomian. “Latar belakangnya karena ekonomi semua, dan Insya Allah sudah berhenti semua yang masuk menjadi pilihan kami yakni rata-rata kasusnya 2018,” demikian.

Kepala Dinas Sosial Lotim, H. Ahmat mengutarakan, 100 ekor sapi yang akan diberikan ini dianggarkan di APBD tahun 2019, yakni sebesar Rp 1,2 miliar. 100 orang yang eks napi yang diberikan katanya sudah betul-betul dilakukan seleksi melalui Lembaga Pemasyarakatan dan Kepolisian. “Kriterianya sudah jelas, yang pasti sudah pernah dihukum,” ungkapnya.

Sapi yang diberikan merupakan jenis pejantan. Masing-masing kisaran harga Rp 10 juta per ekor. Karena pejantan  diminta benar-benar dipelihara. “Jangan sampai setelah dibawa pulang ke rumah lalu dijual,” ujarnya mengingatkan. (rus)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.