Satgas Gakum Tegur Penambang MBLB

Satgas Gakum menindak para penambang yang berlokasi di Dusun Lekok Desa Korleko Kecamatan Labuhan Haji yang melakukan penambangan tidak sesuai dengan aturan, sehingga dikeluhkan warga. 

Advertisement

Selong (Suara NTB) – Satuan Tugas (Satgas) Penegakan Hukum (Gakum) Lingkungan Hidup (LH) Lombok Timur (Lotim) memberikan teguran keras kepada aktivitas penambangan mineral bukan logam dan batuan (MBLB) di Dusun Lekok Desa Korleko Kecamatan Labuhan Haji dan Lendang Belo Desa Mamben Baru Kecamatan Wanasaba. Para penambang ini dinilai salah cara menambang.

Satgas Gakum yang terdiri dari Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satuan Reserse Kriminal Polres Lotim, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Senin, 21 Oktober 2019 mendatangi langsung lokasi tambang.

Dari hasil temuan lapangan, banyak para penambang menyalahi aturan. Mereka menambang di badan sungai membuat aliran sungai menyempit dan limbah hasil penambangan mencemari ari sungai yang sehari-harinya digunakan petani sebagai sumber utama irigasi lahan pertaniannya.

Kepala DLHK, Marhaban mengatakan aktivitas penambangan tersebut telah menuai protes keras dari petani pengguna air. Satgas Gakum ini coba bertindak dan melakukan proses peneguran secara prosedural. Hasil dari proses pengawasan inilah yang kemudian akan ditindaklanjuti ke provinsi yang mengeluarkan izin. “Kita akan pakai standar operasional prosedur, akan kita tegur dulu dan meminta agar memenuhi syarat-syarat perizinan,” ungkap Marhaban.

Kepala Bidang Lingkungan Hidup DLHK Lotim, Aris Munandar menambahkan sebelum bersama dengan Satgas Gakum, internal LHK sendiri sudah turun mengecek langsung kondisi di lapangan. Aktivitas penambangan tersebut dinilai memang salah cara dalam melakukan penambangan. Tidak saja itu, ada juga penambangan yang belum kantongi izin namun sudah melakukan penambangan. Terhadap hal itu, siap akan diberikan tindakan tegas dan sudah kedaluwarsa izinnya.

Teguran keras kepada para penambang ini diharap bisa diindahkan, seperti kepada PT Anak Segara langsung diminta memperbaiki caranya dengan membuat kolam. Kolam yang dibuat ini sesuai dengan prosedur perizinan yang telah dikantongi. Jika dalam batas waktu yang telah disepakati, Satgas Gakum LH siap memberikan teguran lebih keras dan merekomendasikan pencabutan izin. Dituturkan, kepada semua penambangan sebenarnya sudah dilakukan edukasi kewajibannya terhadap upaya menjaga lingkungan.

Lalu Ahmad Yunus, Ketua Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A) Subak Atas Desa Korleko menuturkan aktivitas penambangan ini tersebut berdampak pada 300 hektar lahan pertanian. Kepada penambang sudah diminta agar membuat kolam labuh sebelum dialirkan airnya ke sungai. Akibat penambangan ini, air Sungai Rumpang ini menjadi keruh dan tidak dinilai tidak bagus untuk irigasi. Hadirnya Satgas Gakum LH menindak para penambang sangat disyukuri.

Penanggung Jawab PT Rizki Anak Segara, Amaq Saleh ketika dikonfirmasi tidak menampik aktivitas penambangannya tidak sesuai dengan klausul perizinan yang dikantongi. Tidak terlihat adanya kolam tempat mengolah material. Diakui pula, lokasi penambangan ini menggunakan aliran Sungai Rumpang langsung, sehingga kerap keruh saat melakukan penambangan.

Pihaknya sanggup memenuhi segala klausul dalam perizinan. Termasuk akan membuatkan kolam tempat pencucian material untuk dijadikan pasir. Teguran keras dari Satgas Gakum LH akan menjadi bahan evaluasinya.

Hal senada disampaikan Suherman pemilik tambang di Dusun Lendang Belo Desa Mamben Baru. Suherman yang juga Kepala Dusun di Lendang Belo ini akan memenuhi ketentuan perizinan sesuai ketentuan yang berlaku. (rus)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.