Olah Hasil Pertanian, Gubernur Sarankan Gunakan Produk Mesin dalam Daerah

Mesin alat pengolah tembakau yang merupakan produk UPT Kotaraja Lotim. Gubernur mengimbau OPD dan pengusaha menggunakan produk-produk dalam daerah. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. Zulfkieflimansyah menyarankan untuk menggunakan produk-produk hasil inovasi dan kreativitas dalam daerah. Seperti alat-alat mesin tepat guna yang diciptakan oleh UPT Logam yang ada di Kotaraja Lombok Timur.

Hal ini disampaikan Gubernur usai melihat mesin rajangan tembakau yang digunakan PT Sadhana Arifnusa. Mesin yang diciptakan oleh UPT Logam Kotaraja ini diperintahkan Gubernur untuk bisa dimanfaatkan terus.

Menurutnya, terkadang aspek pemasaran produk teknologi ini yang susah. Saatnya yang menjadi pasarnya adalah masyarakat NTB sendiri. Apa yang dihasilkan UPT Logam Kotaraja ini dinilai sudah sangat berguna.

Dari sudut pandang inovasi teknologi dalam daerah, seperti mesin yang dihasilkan di Kotaraja mungkin lebih jelek dan harga lebih mahal. Akan tetapi perlu disadari kata Gubernur ada biaya pembelajaran (cost learning). Menurutnya, biaya pembelajaran inilah yang kerap tidak terhitung. Oleh karena itu gubernur meminta kepada semua kepala dinas untuk membeli produk yang yang diciptakan oleh masyarakat.

Setelah dibeli, diyakini akan ada pembelajaran. Penilaiannya, Kotaraja tidak akan mau membuat mesin banyak-banyak kalau tidak ada yang mau membelinya. Jajaran pemerintah bisa memulai dengan membeli dan mengarahkan penggunaan produk mesin tersebut di tengah masyarakat.

Semakin banyak yang membeli, maka akan semakin banyak yang akan diciptakan produknya. “Ketika ada kesempatan untuk membuat itu, akan ada imbal

balik (feed back) dan suatu hari nanti akan lebih kompetitif. Kalau sudah kompetitif, maka ke depan bisa dijual ke Bali, Jawa dan lainnya. Baru kemudian taraf hidup masyarakat NTB akan lebih baik,” ungkap Gubernur.

Adanya penjualan ini akan terjadi peningkatan nilai. “Jadi kita bukan lagi bangga dengan produk kue-kue, akan tetapi, kalau sudah mulai masyarakat NTB menjual mesin, nah itu baru NTB yang gemilang namanya,” urainya.

Memulai mewujudkan NTB Gemilang ini, tambahnya, harus dari diri sendiri. Termasuk di dalamnya penggunaan pakaian batik Lombok. Penggunaan terhadap produk dalam daerah ini akan bisa memancing peluang bisnis baru. Lahir industri-industri lain sebagai imbas dari kompleksitas bisnis. Semakin banyak membeli dan menggunakan baju dalam daerah pastinya akan memunculkan industri kapas dan lainnya. “Akan ada demand dari produk, ini yang akan pancing inovasi dari sektor hulu semisal akan ada industri kapas dan lainnya,” imbuh Gubernur.

Industri dalam teori modern itu menurut orang nomor satu di NTB ini akan menjelma menjadi kompleks dan saling terkait. “Saya yakin, dengan dinamika ekonomi yang ada kompleksitas ini tidak saja menghasilkan bisnis tembakau misalnya, tapi juga akan ada jagung dan lainnya. Alamiyahnya memang semua mencoba mencari produk yang nilai ekonomisnya jauh lebih tinggi,” ujarnya. (rus)