Pantau Fluktuasi Harga, Petani di Lotim Diminta Melek Teknologi

Tampak petani tomat di Lotim yang membiarkan buah tomatnya mengering di pohon, karena harga di pasaran jatuh. Distan meminta petani memantau fluktuasi harga, sehingga tidak terlalu berspekulasi terkait tanaman yang ditanam. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Petani diminta juga ikut memantau fluktuasi harga. Fluktuasi harga ini dinilai penting  diketahui, sehingga petani tidak ikut-ikutan menanam dan berpengaruh terhadap harga di pasaran.

Kepala Dinas Pertanian Lotim, H. Muhammad Abadi di Terara, Senin,  14 Oktober 2019 mengingatkan petani tidak mudah terpancing terhadap perkembangan harga sebelumnya yang dilakukan bersamaan saat menanam. Akibatnya, saat produksi membeludak membuat harga menjadi merosot seperti yang terjadi belakangan.

Petani perlu mengetahui perkembangan harga setiap komoditi. Mulai tomat, jagung, bawang merah, kacang panjang dan lainnya. Informasi tersebut bisa disajikan oleh para penyuluh-penyuluh pertanian yang setiap hari bisa bertemu langsung dengan petani.

Pada era serba teknologi di masa milenial ini petani dituntut untuk juga untuk bisa mengakses informasi. Baginya, semakin mudahnya petani mendapat informasi akan membuat petani tidak terlalu berspekulasi mengenai pilihan komoditi yang akan ditanam.

Diakui

saat ini selain tomat, harga komoditi hortikultura lainnya juga kurang berpihak kepada petani. Bawang merah Rp 500 ribu per kuintal atau Rp 5.000 per kilogram basah.  Harga komoditi lainya pun tidak jauh berbeda yang membuat petani merugi.

Ditegaskan H. Abadi, selain harga harus pula ada sistem informasi yang mantap ke tengah petani mengenai potensi, luas areal tanam. Informasi inilah yang kemudian dijadikan oleh petani sebagai panduannya. Areal tanamnya akan jauh lebih terkontrol.

Soal pasar, kondisi produksi yang membeludak tidak bisa dinafikan akan berimbas langsung pada ketersediaan pasar. Harga pasti anjlok saat produksi melimpah.

Menjawab hal ini, satu-satunya solusi adalah dengan sentuhan teknologi. Seperti tomat bisa menjadi saos, permen dan lainnya. Saat ini, sejumlah kelompok wanita tani di Lotim sudah ada yang  memulai dan produknya banyak yang masuk ke sejumlah toko makanan. (rus)