Dispar Lotim Paling Rendah Realisasikan Anggaran

Objek wisata di Lotim yang menjadi favorit wisatawan. Sayangnya, realisasi anggaran di Dispar masih rendah, terutama proyek fisik. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Timur (Lotim) menjadi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terendah dalam merealisasikan anggarannya dibandingkan dengan seluruh OPD. Dari Rp 12 miliar anggaran Dispar, baru terealisasi sampai akhir September 2019 Rp5 miliar atau baru mencapai 40,66 persen.

Kepala Dispar Kabupaten Lotim, Dr. H. Mugni saat dikonfirmasi mengatakan sebagian besar anggaran yang belum terealisasi adalah proyek fisik Dispar. ‘’Realisasi belanja saja yang belum, sedangkan progress fisik sendiri sudah rata-rata 80 persen. Bayarannya sedang diproses,” ungkapnya.

Menurut Mugni, kalau semua sudah dicairkan maka serapan anggaran Dispar Lotim diklaim bisa sampai 90-100 persen.

Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas dan Sumber Daya Manusia selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dispar, Hadi Jayari menambahkan realisasi keuangan memang masih rendah. Akan tetapi katanya, realisasi fisik sudah melampaui target.

“Kita tinggal menunggu pencairan fisik , maka100  paling lambat bulan Desember sudah terlampaui semua,” ucapnya.

Keterlambatan ini, katanya, karena paket pekerjaan Dispar rata-rata nilainya Rp 100 juta sampai Rp 200 juta.  Sementara para rekanan ini hanya mencairkan uang muka 30 persen

Sesuai dengan juklak juknis DAK tahun 2019, dana belasan miliar itu digunakan untuk pembangunan musala, MCK, jalan setapak dan lapak cinderamata. Pembangunan tersebar di Kecamatan Sikur,  Sembalun, Pringgabaya, Sambelia, Labuhan  Haji dan Jerowaru.

Sebelumnya dijelaskan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKAD) Lotim, H. M. Juaini Taofik, dari total Rp 2,6 miliar lebih APBD Lotim terealisasi Rp 1,53 miliar atau 58 persen. Dari 56 OPD se Kabupaten Lotim. Terendah Dispar Lotim dan tertinggi realisasi Kecamatan Keruak yang mampu merealisasikan sampai 84 persen atau Rp 2,2 miliar dari Rp 2,7 miliar anggarannya. Sementara itu dari sisi pendapatan, dari target Rp 2,7 triliun sudah terealisasi Rp 1,7 triliun. Pada akhir September lalu tersisa anggaran pendapatan sebesar Rp 984 miliar lebih. (rus)