Festival Kain Tenun Pringgasela, Ada Ritual Sejarah Kain Tenun Berusia 850 Tahun

Kain tenun Pringgasela (Suara NTB/dok)

Selong (Suara NTB) – Alunan Budaya Desa (ABD) ke-5 di Kecamatan Pringgasela siap untuk digelar tahun ini. ABD adalah acara tahunan terbesar di Kecamatan Pringgasela. Pagelaran ini dimotori oleh para pemuda Pringgasela di bawah naungan LP2SBD dari tanggal 8 hingga 16 September 2019. Pada ABD ke-5 ini, pemuda berinisiatif mengangkat tema Boteng Tunggul.

Dalam acara ini akan dilakukan ritual sejarah kain tenun pertama yang berumur ± 850 tahun. Kain pertama tersebut diberi nama Tunggul. Tunggul dipercaya memiliki nilai kesakralan oleh masyarakat. Ada syarat-syarat khusus yang harus dipenuhi untuk dapat mengibarkan tenun ini. Tunggul terakhir kali dikibarkan pada tahun 1979 silam, ketika pewaris dari kain ini menikah. Sejak saat itu, masyarakat sudah tidak pernah melihat Tunggul dikibarkan.

Sudah beberapa abad di Museum Tokyo dan Belanda diabadikan perangkat tenun Pringgasela. Sedangkan di Pringgasela sendiri masih banyak orang-orang yang bertanya asal usul dan sejarah authentic kain tenun Pringgasela. Untuk itu, pada ABD ke-5 ini pemuda ingin mengangkat sejarah kain tenun pertama Pringgasela sebagai ajang pembuktian sejarah agar tidak kehilangan jejak dan dapat dipertahankan.

Selain Boteng Tunggul, dalam acara ini juga akan disuguhkan festival kain tua yang nilai kesakralannya juga diakui oleh masyarakat. Selain itu juga akan diselenggarakan beberapa sub event antara lain, jalan sehat,  zero waste, pentas seni, kemudian acara ini akan ditutup dengan penampilan band nasional, BIP/Ipang Lazuardi.

Pemuda berharap masyarakat terhibur dan puas dengan kreativitas pemuda yang selalu konsisten dalam berjiwa sosial, dan khususnya Lotim harus lebih totalitas lagi dalam membuat pesona-pesona yang tidak menguntungkan satu pihak saja dan merugikan yang lain. Event ini akan menjadi bukti kebangkitan pemuda dan ajang silaturahmi bagi masyarakat. (yon)