Lepas Kategori Tertinggal, Lotim Berharap Dana Transfer Pusat Tak Berkurang

Kepala Bappeda Lotim, Achmad Dewanto Hadi (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Kabupaten Lombok Timur (Lotim) kini sudah lepas dari kategori desa tertinggal. Sebelumnya Lotim masuk dalam 122 desa tertinggal se Indonesia. Namun, Lotim masih berharap dana transfer pusat tidak turut berkurang.

Demikian disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lotim, Achmad Dewanto Hadi kepada Suara NTB beberapa waktu lalu. Dituturkan, selama menyandang status sebagai daerah tertinggal Lotim selalu mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi.

DAK Afirmasi adalah DAK yang diarahkan untuk mendanai percepatan penyediaan infrastruktur dan sarana/prasarana pada wilayah daerah menerima dana. Lotim

selama ini menerima DAK afirmasi di Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan di Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). “Angkanya cukup lumayan dan cukup membantu akomodir program kita,” ucap Dedi, panggilan karib Kepala Bappeda Lotim menambahkan.
Informasi dari Kemendes, sambung Dedi, masih ada tiga tahun masa pembinaan pascalepas dari kategori tertinggal.

Pembinaan ini, harapnya, berujung pada masih tetapnya dana afirmasi sampai nanti benar-benar dilepas secara keseluruhan. Di antara DAK afirmasi tersebut, sebut Kepala Bappeda, ada transportasi desa (trandes). (rus)