PGS Masuk ‘’Calendar of Event’’ BPLS 2019

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Lotim, Muhir bersama Dedare Lotim, berbincang dengan Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah usai acara launching BPLS 2019, Minggu malam lalu.

Selong (Suara NTB) – Pesona Gumi Selaparang (PGS) masuk dalam Calendar of Event Bulan Pesona Lombok Sumbawa (BPLS) 2019. Dalam opening ceremony BPLS di Kantor Gubernur NTB, Minggu, 18 Agustus 2019, PGS dibacakan sebagai salah satu event yang akan jadi paket wisata. Bahkan tayangan video PGS Lotim menjadi pembuka launching BPLS 2019.

Kepala Dinas Pariwisata Lotim, Dr. H. M. Mugni kepada Suara NTB, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Pemprov NTB. Masuknya PGS dalam kegiatan BPLS 2019 ini menjadi salah satu bentuk nyata dukungan Pemprov NTB di bawah kepemimpinan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

Masuknya PGS dalam BPLS menandakan, kegiatan event wisata yang akan dimulai tanggal 25 sampai dengan 31 Agustus mendatang ini turut akan dipromosikan oleh pemerintah provinsi. “PGS ini kan menjadi salah satu kegiatan provinsi,” ucapnya.

Baca juga:  Promosi di Australia, BPPD dan Dispar Bawa Materi Unggulan

Tidak selesai sampai di tingkat provinsi. Dispar Lotim akan mencoba memasukkan PGS ini dalam Calendar of Event tingkat nasional. ‘’Kita akan perjuangkan juga masuk pada Wondelfull Indonesia,’’ ucapnya.

Diterangkan, beberapa kegiatan wisata tingkat internasional sudah banyak digelar di Lotim. Rencananya kegiatan lari maraton tahun 2020 yang mengambil start di Belanting, Kecamatan Sambelia dan finis di Sembalun.

Awal September ini juga, akan berlangsung Simposium Asia Pasific Geoparks Network (APGN) yang akan dihelat di Sembalun oleh UNESCO Global Geopark.

‘’Ketika event wisata di Lotim ini masuk ke nasional, maka pusat pasti akan turut mempromosikan kegiatan kita,’’ paparnya. Banyaknya event wisata diyakini akan berdampak pada kunjungan wisata. Semakin banyak warga yang berkunjung ke Lotim, maka akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Gumi Selaparang.

Dampak dari makin tingginya kunjungan wisatwan ini akan merembet ke kesejahteraan masyarakat.  Provinsi NTB diketahui menargetkan angka kunjungan wisatawan tahun 2019 ini 4 juta orang. Lotim diyakini akan bisa menyumbangkan setidaknya 200 ribu wisatawan.

Baca juga:  Ironi Ikon Wisata Dunia, Gili Trawangan Tak Punya Toilet Representatif

Kepala Bidang Pemasaran Dispar Lotim, Muhir menambahkan setelah PGS masuk menjadi bagian dari kegiatan BPLS di tingkat NTB, maka akan banyak mendapatkan pengakuan. Dalam hal promosi, diyakinkan akan lebih mudah. ‘’Kita lebih gampang koordinasi dalam melakukan promosi wisata,’’ ujarnya.

Muhir mengaku sangat bersyukur sekali untuk pertama kalinya PGS di bawah pimpinan Kadispar Lotim, Dr. H. Mugni kegiatan wisata di Lotim itu bisa masuk menjadi bagian dari kegiatan provinsi. Dispar Lotim sebelumnya jadi kantor anak tiri. Menurutnya, masalahnya bukan pada kebijakan bupati. Akan tetapi, Dispar sejauh ini belum lahirkan program yang sesuai dengan keinginan dan sesuai kebijakan pimpinan. (rus/*)