Jemaah Haji NTB, Kloter Pertama Lotim Pulang Tanggal 18 Agustus

Nasruddin (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Kelompok Terbang (Kloter) Pertama Lombok Timur (Lotim) dijadwalkan pulang pada hari Minggu tanggal 18 Agustus 2019 mendatang. Sampai saat ini, dari 4.906 jemaah yang menunaikan ibadah haji di tanah suci, tiga jemaah haji dilaporkan meninggal dunia.

“Tiga orang meninggal dunia, dua orang dari Lombok Tengah dan satu orang dari Lombok Timur,” terang Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama  (Kemenag) NTB, H. Nasruddin di Keruak, Rabu, 7 Agustus 2019.

Kakanwil menjelaskan proses pelaksanaan ibadah haji ini berjalan sukses. Saat ini, jemaah haji sedang menyelesaikan prosesi pelontaran jumrah dan nantinya usai wukuf di Padang Arafah langsung bisa pulang ke tanah air.

Dalam pelaksanaan musim haji 2019 ini diketahui sejumlah jemaah ada yang tertunda keberangkatannya. Antara lain karena sakit dan hamil. Terhadap yang tertunda itu diyakinkan akan menjadi prioritas keberangkatannya pada musim haji tahun depan.

Jemaah asal NTB yang melaksanakan ibadah haji diakui masih didominasi lansia. Sebelumnya batasan usianya 70 tahun. Sementara berlaku saat ini akan diprioritaskan usianya yang sudah mencapai 65 tahun dan sudah mendaftar tiga tahun.

Tingginya minat pergi haji warga NTB ini membuat daftar tunggu jemaah cukup lama. Saat ini sudah tercatat 40 ribu jemaah asal NTB yang antre. Dihitung, masing-masing jemaah harus menunggu 26,6  tahun baru bisa berangkat.

Salah satu penyebab lamanya waktu tunggu, karena minimnya kuota yang diberikan Pemerintah Arab Saudi. Saat kedatangan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu ke Arab Saudi, Indonesia diberikan tambahan kuota, sehingga menjadi 230 ribu jemaah. Dari tambahan kuota ini, NTB kecipratan 388 orang yang bisa ditambah.

Lamanya waktu tunggu  jemaah ini tidak saja terjadi di NTB. Terlama justru di provinsi yang padat penduduk, seperti Jawa Timur dan Sulawesi Selatan yang mencapai 30 tahun. Berangkat lewat jalur manapun saat ini harus menunggu dulu baru  bisa berangkat. Termasuk yang akan berangkat lewat jalur plus. (rus)