Dua Tahun Mangkrak, Taman Rinjani Selong Kembali Dikerjakan

Taman Rinjani Selong yang sudah mulai dilakukan pemagaran untuk secepatnya dilakukan pengerjaan. Pemda Lotim untuk tahun ini menganggarkan Rp2,9 miliar. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Pengerjaan revitalisasi Taman Rinjani Selong (TRS) kembali dilakukan. Wujud nyata kembali dikerjakannya proyek ini dengan mulai dipasangi dinding pembatas proyek oleh pihak kontraktor. Dimulainya pengerjaan ini sekaligus menjadi angin segar bagi masyarakat semenjak revitalisasi TRS yang mengkrak hingga dua tahun.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Ir. Marhaban, Selasa,  6 Agustus 2019 menjelaskan dalam pengerjaan proyek ini, pemerintah daerah melalui DLHK Lotim menggelontorkan anggaran sebesar, Rp2,9 miliar. Nilai dari anggaran tersebut jauh mengalami pengurangan dari anggaran sebelumnya yang mencapai Rp5 miliar. Adapun untuk perbaikan dari Taman Rinjani Selong ini akan diubah total dan disesuaikan dengan padatnya rutinitas masyarakat pada taman yang terletak di jantung kota Kabupaten Lotim ini, salah satunya kegiatan Hultah NWDI.

Untuk itu, dalam desain perubahan taman ini nantinya akan memperbanyak akses pejalan kaki atau jogging track. Sementara untuk porsi bunga dikurangi, karena dikhawatirkan rusak ketika ada event-event besar di Lotim. “Apabila bunga diperbanyak, maka dikhawatirkan menyebabkan kerusakan pada bunga itu sendiri. Inilah salah satu yang menjolok pada perubahan desain Taman Rinjani Selong,” terang Marhaban.

Kendati pengurangan tanaman bunga, mantan Kepala Dinas PUPR Lotim ini mengaku hal tersebut tidak mengurangi keasrian dari Taman Rinjani Selong. Pasalnya di taman itu sudah terdapat sejumlah pohon-pohon yang tinggi yang membuat taman asri dan pantas disebut ruang terbuka hijau. Sedangkan untuk air mancur tetap dibangun. Dari desain awal air mancur hanya ditaruh pada posisi tengah, sementara pada desain yang terbaru akan ditempatkan juga di bagian pinggir.

“Jadi air mancur kita perbanyak. Ada di bagian pinggir dan di tengah. Khusus di bagian tengah akan disertakan dengan tempat duduk. Ini akan menambahkan kesejukan dan keasrian dari taman,” terangnya.

Pembenahan Taman Rinjani Selong, lanjut Marhaban menjadi prioritas Pemkab Lotim. Letaknya yang berada di pusat pemerintahan Kabupaten Lotim sangat strategis bagi masyarakat maupun pegawai untuk menikmati jam istirahat. Termasuk dapat digunakan tempat belajar oleh dunia pendidikan. “Untuk pintu masuk akan dibuat empat koridor. Tidak satu koridor seperti saat ini,” bebernya.

Ditegaskan Marhaban, anggaran yang digelontorkan saat ini sebesar Rp2,9 miliar menyesuaikan dengan desain yang terbaru dan eksistensinya. Maka dari itu,wajah dari Taman Rinjani Selong diyakini tidak akan mengecewakan, terutama melihat dari desainnya. Untuk fase pengerjaannya sendiri ditargetkan tiga sampai empat bulan yang rencananya dimulai pada bulan Agustus mendatang. (yon)