Percepat Pencairan Dana Gempa, Bupati Lotim Minta Data Anomali Diselesaikan

Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy, saat memimpin apel evaluasi tenaga percepatan penanggulangan data anomali, Rabu,  24 Juli 2019. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Lambatnya penyelesaian pencairan sisa dana gempa saat hingga saat ini masih disebabkan beberapa faktor. Salah satunya berupa data penerima yang masih bersifat anomali atau tumpang tindih. Inilah yang harus diselesaikan terlebih dahulu sebagai syarat sisa dana gempa dicairkan.

Menindaklanjuti rapat koordinasi evaluasi pelaksanaan APBD tahun anggaran 2019, Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy, MM., menyebut salah satu poin yang menjadi penegasan bupati berupa lambatnya pencairan sisa dana gempa akibat data penerima yang masih tumpang tindih tersebut.

“Memang data yang anomali ini menjadi penyebab terkendalanya pencairan sisa dana gempa tersebut,” kata bupati saat memimpin apel evaluasi tenaga percepatan penanggulangan data anomali.

Bupati berharap pihak yang ditugaskan menyelesaikan masalah

data anomali dapat bekerjasama dengan dinas terkait, dalam hal ini Dukcapil, untuk penyesuaian data. “Jumlah data yang harus diselesaikan sekitar 300-400,” ungkap bupati.

Ditegaskannya, sedianya perbaikan data sampai dengan 22 Juli, namun belum dapat diselesaikan. Tenggat ini diulur kembali menjadi 31 Juli dan  1 Agustus data sudah terkirim ke Jakarta. Sukiman juga memerintahkan untuk mengusulkan tambahan dana sekitar Rp400 miliar lagi ke pemerintah pusat.

Dana tersebut akan diberikan kepada masyarakat yang terkena dampak gempa, baik yang rumahnya rusak ringan, sedang, atau rusak berat. Bupati juga berharap adanya keseriusan memecahkan akar persoalan pendataan ini, sehingga percepatan pendataan dapat dilakukan. Terkait hal itu, bupati meminta penyesuaian komposisi personel dengan beban tugas yang diemban. (yon)