Lotim Anggarkan Rp2,5 Miliar untuk Kekeringan

Wagub NTB,  Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, mengapresiasi langkah dari Pemkab Lombok Timur (Lotim) yang mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,5 miliar untuk mengatasi kekeringan. Menurutnya, kepedulian Pemkab Lotim dapat juga ditiru oleh daerah-daerah lainnya di NTB yang setiap tahun jadi langganan kekeringan saat musim kemarau.

 “Kita dari Pemprov sangat menyambut baik kebijakan dari Pemkab Lotim yang sudah menganggarkan Rp2,5 miliar untuk mengatasi kekeringan. Apalagi untuk di wilayah selatan Kabupaten Lotim kekeringan merupakan persoalan yang cukup lama yang harus dicarikan solusinya,” terangnya dikonfirmasi Suara NTB di Pancor, Sabtu,  20 Juli 2019.

Dalam mengantisipasi kekeringan ini, ujarnya, pemerintah provinsi akan melakukan rapat koordinasi bersama semua kabupaten/kota di NTB. Dari rakor itu nantinya diharapkan dapat dicarikan solusi dalam mengatasi kekeringan yang setiap tahun terjadi. Selain itu, masyarakat diharapkan dapat memahami waktu datangnya kekeringan, sehingga dapat diantisipasi dengan hemat air, menata pola hidup dan menyesuaikan dengan keadaan.

Selain itu, orang nomor dua di NTB ini mengajak kepada masyarakat untuk sadar dalam melakukan penghijauan, pengelolaan lingkungan, sehingga kekeringan bisa diminimalisir dari waktu ke waktu sembari mencari sumber-sumber untuk menyediakan air bagi daerah-daerah yang kekeringan.

Adapun untuk pembangunan sumur bor tergantung dari situasi dan kondisi dari wilayah itu sendiri. Bagi yang tidak bisa mengandalkan sumur bor, bisa disiasati dengan tadah hujan dan metode-metode lainnya yang masih dilakukan kajian. “Sumur bor merupakan solusi yang kita lakukan. Namun sumur bor ini tergantung dari kondisi wilayah itu sendiri,” jelasnya.

Diketahui sebelumnya,  Pemkab Lotim mengalokasikan anggaran yang cukup fantastis dalam menangani krisis air bersih yang dialami oleh sebagian masyarakat di wilayah selatan. Tak tanggung-tanggung, anggaran sebesar Rp2,5 miliar digelontorkan setiap tahun untuk pemenuhan air kebutuhan masyarakat.

“Secara rutin setiap tahun melalui APBD II, untuk mengantisipasi kekeringan melalui dana tidak terduga sebesar Rp2,5 miliar per tahun,” ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, Purnama Hadi.

Penanganan yang dilakukan berupa suplai air bersih menggunakan mobil tangki sepanjang permintaan yang dilakukan oleh masyarakat. Pasalnya sampai saat ini sudah terdapat empat kecamatan yang menyerahkan nama-nama lokasi yang terdampak kekeringan dan meminta pendistribusian air bersih, di antaranya Kecamatan Jerowaru, Keruak, Sakra Timur dan Sambelia bagian utara.

Di samping itu, Purnama Hadi menyebut jika pemerintah terus berupaya mencarikan solusi permanen dalam menangani krisis air bersih ini. Sejauh ini yang dilakukan berupa memperbanyak pembangunan sumur bor untuk mengatasi kekeringan ini selain memaksimalkan keberadaan sumber-sumber mata air.

Diakuinya jika BPBD Lotim sudah mengajukan anggaran khusus untuk perawatan sumur bor, namun ini kedepan lebih intens lagi dibicarakan dengan TAPD mengingat sekitar 40 persen sumur bor yang sudah terbangun di Lotim tidak dapat berfungsi disebabkan oleh berbagai faktor. (yon)