JCH Lotim Diminta Waspadai Penipuan di Tanah Suci

JCH asal Lotim berjalan menuju bus yang sudah disediakan untuk menuju Asrama Haji Mataram, Jumat,  12 Juli 2019. JCH asal Lotim ini akan diberangkatkan Sabtu ini. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Timur (Lotim) mengingatkan kepada Jemaah Calon Haji (JCH) agar mewaspadai orang yang tidak dikenal selama berada di Tanah Suci, Mekkah. Pasalnya, banyak penipu yang menyasar JCH dengan menggunakan modus tertentu. Salah satunya berupa penggunaan pakaian petugas haji yang kemudian meminta paspor, berkas termasuk living cost atau uang saku jemaah.

Seperti kejadian belum lama ini, salah satu JCH asal NTB tertipu oleh orang tidak dikenal. Pelaku menggunakan pakaian seragam layaknya petugas kemudian meminta paspor, berkas, termasuk living cost, padahal itu bukan petugas.

‘’Akibatnya, JCH asal Loteng (Lombok Tengah) yang tergabung dalam kloter 2 itu mengalami kerugian sebesar 1.500 Riyal atau Rp5,5 juta,’’ungkap Kepala Urusan Haji dan Umroh pada Kemenag Lotim, Makinuddin, dikonfirmasi usai memberikan pengarahan pada pemberangkatan JCH kloter 6 di Masjid Agung Al. Mujahidin Selong, Jumat,  12 Juli 2019.

Untuk itu, ia menekankan supaya pada JCH Lotim agar hati-hati dan tidak mudah percaya terhadap orang yang tidak dikenal. Apabila ada yang dibutuhkan, kata Makinuddin, JCH harus menyampaikannya ke ketua rombongan masing-masing, pembimbing haji dan ketua rombongan kelompok terbang (kloter). Termasuk apapun arahan dan penyampaian dari pembimbing haji agar dituruti dan menghindari perdebatan.

Untuk satu kloter sebanyak 450 JCH itu terdapat lima pendamping yang siap menjaga dan memenuhi segala kebutuhan JCH mulai dari awal pemberangkatan, ketika berada di tanah suci hingga pulang ke kampung halamannya. Untuk pengambilan paspor akan diambil oleh PPIH atau panitia haji di Arab Saudi di masing-masing bus sesuai rombongan.

“Intinya bagaimana JCH kita tidak mudah percaya terhadap orang yang tidak dikenal,”ujar Makinuddin yang juga Ketua Kloter 6 JCH Lotim.

Selain penipuan, JCH juga diingatkan supaya mewaspadai kondisi cuaca selama berada di Tanah Suci. Diungkapkannya bahwa cuaca ekstrem sewaktu-waktu dapat terjadi, terkadang cuaca cukup panas, sehingga mulai dari Madinah JCH tidak menggunakan kekuatan kaki tanpa menggunakan sandal.

Termasuk tidak meninggalkan rombongan tanpa sepengetahuan pembimbing haji atau ketua rombongan. Kloter 6 berangkat dari Lotim pukul 10:00 wita menuju Asrama Haji Mataram, setelah menginap satu malam kemudian terbang ke Madinah dari LIA pada pukul 13:00 wita Sabtu ini.

Sementara Asisten II Setdakab Lotim, H. Sahabuddin, mewakil bupati, menyampaikan ibadah haji merupakan ibadah yang sangat mulia. Untuk itu ia mengimbau kepada JCH untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya dengan fokus untuk beribadah. “Jaga selalu kesehatan, semoga menjadi haji yang mabrur,”ungkapnya sekaligus melepas pemberangkatan JCH kloter 6 Lotim.

Kepala Kemenag Lotim, H. Azharuddin, menyebutkan jumlah JCH asal Lotim yang berangkat tahun ini sebanyak 1.253 orang. Jumlah ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari tahun lalu sekitar 832 kursi. Pemberangkatan JCH Lotim terbagi dalam 2 kloter utuh dan 2 kloter campuran. Kloter campuran pertama Lotim bergabung dengan Kabupaten Sumbawa Besar dan Kabupaten Sumbawa Barat, sementara untuk kloter campuran kedua Kabupaten Lotim bergabung bersama JCH asal Kabupaten Loteng. (yon)