Tangani Krisis Air Bersih, Lotim Anggarkan Rp2,5 Miliar Setiap Tahun

Distribusi air bersih ke daerah terdampak kekeringan.  (Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Pemkab Lombok Timur (Lotim) mengalokasikan anggaran yang cukup fantastis dalam menangani krisis air bersih yang dialami oleh sebagian masyarakat di wilayah selatan. Tak tanggung-tanggung, anggaran sebesar Rp2,5 miliar digelontorkan setiap tahun untuk pemenuhan air kebutuhan masyarakat.

 “Secara rutin setiap tahun melalui APBD II, untuk mengantisipasi kekeringan melalui dana tidak terduga sebesar Rp2,5 miliar per tahun,” ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, Purnama Hadi, Kamis, 11 Juli 2019.

Penanganan yang dilakukan berupa suplai air bersih menggunakan mobil tangki sepanjang permintaan yang dilakukan oleh masyarakat. Pasalnya sampai saat ini sudah terdapat empat kecamatan yang menyerahkan nama-nama lokasi yang terdampak kekeringan dan meminta pendistribusian air bersih, di antaranya Kecamatan Jerowaru, Keruak, Sakra Timur dan Sambelia bagian utara.

Di samping itu, Purnama Hadi menyebut jika pemerintah terus berupaya mencarikan solusi permanen dalam menangani krisis air bersih ini. Sejauh ini yang dilakukan berupa memperbanyak pembangunan sumur bor untuk mengatasi kekeringan ini selain memaksimalkan keberadaan sumber-sumber mata air.

Diakuinya jika BPBD Lotim sudah mengajukan anggaran khusus untuk perawatan sumur bor, namun ini ke depan lebih intens lagi dibicarakan dengan TAPD, mengingat sekitar 40 persen sumur bor yang sudah terbangun di Lotim tidak dapat berfungsi disebabkan oleh berbagai faktor.

“40 persen sumur bor yang belum berfungsi dimungkinkan disebabkan karena debit air yang kedalamannya kurang. Bisa jadi saat dilakukan survei geolistrik kedalaman air cukup baik, sementara kondisi sekarang cuaca tidak menentu, sehingga harus dilakukan pendalaman terhadap sumur bor itu,” terang Purnama Hadi.

Sebelumnya, Kepala Bidang Kedaruratan dan Urusan Logistik pada BPBD Lotim, Lalu Rusnan, menyebutkan sumur bor yang sudah terbangun saat ini tersebar di 15 titik, di antaranya 2 unit di Pandanwangi, 3 unit di Ekas Buana, 2 unit di Kwang Rundung, 2 unit di Menceh, dan 2 unit di Sambelia. Selanjutnya 1 unit di Obel-Obel, 1 unit di Belanting, 1 unit di Batu Nampar Selatan dan 1 unit di Batu Nampar. Sejumlah sumur bor itu berasal dari BPBD provinsi, dan BPBD Lotim dan pihak swasta. (yon)