ASDP Kayangan Kurangi Pengoperasian Armada Kapal

Sejumlah kapal yang bersandar di laut Pelabuhan Kayangan menunggu untuk memberangkatkan penumpang. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Indonesia Ferry Cabang Kayangan Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengurangi jumlah armada kapal yang beroperasi saat ini. Kapal yang dioperasikan saat ini sebanyak 8 armada kapal menyusul normalnya penyeberangan pascalibur lebaran beberapa waktu lalu.

“Penyeberangan saat ini sudah normal. Bahkan jumlah armada kapal yang kita operasikan kita kurangi menjadi 8 kapal dari sebelumnya 10 kapal,” ujar Manajer Usaha dan Operasional PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Kayangan, Zainal Abidin, kepada Suara NTB,  Rabu, 10 Juli 2019.

Pengurangan pengoperasian armada kapal dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta kapal-kapal tidak mubazir yang hanya berada di tempat bersandar. Sebanyak 8 kapal itu berlayar sebanyak 96 trip dan jika 10 kapal maka 108 trip selama 24 jam baik dari arak Pelabuhan Kayangan Lombok Timur maupun Pelabuhan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). “Jika 10 kapal, maka108 trip jika 10 kapal. Pengurangan pengoperasian kita lakukan untuk meningkatkan pelayanan serta kapal-kapal tidak mubazir,’’ ujarnya.

Pada hari normal saat ini, lanjut Zainal Abidin, jumlah penumpang sekitar 300 sampai 400 penumpang baik roda dua maupun yang menggunakan kendaraan roda empat. Sejauh ini arus penyeberangan tetap normal, terutama dari faktor cuaca. Kendati demikian, ia mengaku bahwa koordinasi antara pihak ASDP Kayangan dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tetap dilakukan untuk pemantauan cuaca atau kondisi alam yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Termasuk dengan Syahbandar maupun pihak terkait lainnya yang memiliki wewenang dalam layak atau tidaknya penyeberangan dilakukan. “Alhamdulillah penyeberangan tetap lancar dan tidak ada masalah, koordinasi dengan BMKG intens kita lakukan,”  sambungnya.

Disampaikan bahwa kondisi penyeberangan dikatakan bahaya apabila kondisi ombak di atas tiga meter. Namun kondisi hingga saat ini kapal dapat beroperasi secara normal tanpa adanya hambatan khususnya yang disebabkan oleh faktor cuaca. Di mana, jumlah kapal yang beroperasi dalam satu hari sebanyak 8 kapal dengan masing-masing antara Pelabuhan Kayangan dan Pelabuhan Poto Tano empat kapal. (yon)