35 Ribu Rumah Warga Lotim Tak Layak Huni

Salah satu rumah yang tidak layak di Lotim. Pemkab Lotim berusaha menjadikan rumah tidak layak huni untuk jadi prioritas diperbaiki tahun ini. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Sebanyak 35 ribu lebih rumah warga Kabupaten Lombok Timur (Lotim) masuk kategori tidak layak huni. Rumah tersebut tersebar di 21 kecamatan se Kabupaten Lotim. Adapun kemampuan Pemda Lotim untuk memperbaiki rumah tak layak huni menjadi layak huni dalam setahun hanya 250-300 unit dengan sumber APBD.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Lotim, Sahri, Selasa,  9 Juli 2019 mengaku, kemampuan Pemkab Lotim untuk meningkatkan kualitas rumah warga agar layak huni tersebut di luar yang dilakukan sejumlah pihak, seperti TNI AD melalui program TMMD, Pemerintah Desa (Pemdes) dan kelurahan dengan dana desanya atau pun tambahan dari pemerintah pusat dan provinsi. Ada juga bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Dari pemerintah provinsi, tambah Sahri, tahun 2019 ini ada sebanyak 105 unit. Dari pemerintah pusat, terbagi menjadi dua bagian. Pertama dari aspirasi dan ada juga dari reguler dan jumlahnya 768 unit, sehingga terakumulasi selama kurun waktu tahun 2019 ada sebanyak 1.000 lebih rumah tidak layak huni bisa disentuh perbaikan.  “Pemerintah pusat itu melaksanaan sendiri dengan unitnya yang ada di tingkat provinsi,” urainya.

Membangun hanya 1.000 unit per tahun diakui belumlah cukup melihat banyaknya rumah warga Lotim yang tidak layak huni, sehingga diharapkan ke depan anggaran percepatan pengentasan kemiskinan melalui program perbaikan rumah tidak layak huni menjadi layak huni ini terus ditingkatkan. Dana APBD Kabupaten siap ditingkatkan. Begitupun dana dari pemerintah pusat dan provinsi. Pemkab Lotim juga sedang menyiapkan proposal usulan ke pemerintah pusat untuk bisa diakomodir tahun 2020. Harapannya tahun 2020 mendatang bisa diperbaiki 2.000 unit.

Meski demikian, ujarnya, catatan 12,2 persen yang masih tersisa total jumlah rumah tidak layak huni diakui masih cukup banyak. Dihitung berdasarkan jumlah penduduk Lotim 1,3 juta jiwa dibagi satu KK rata-rata 4 orang, maka jumlah itulah rumah yang tersisa yang harus segera dientaskan. (rus)