Bupati Lotim Batasi Usia Pensiun JPT Jadi 58 Tahun

Bupati Lotim,  H. M. Sukiman Azmy

Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. M. Sukiman Azmy.,MM mengambil kebijakan pembatasan usia pensiun bagi para pejabat khususnya pemegang jabatan pimpinan tinggi (JPT) di daerah ini. Di mana usia pensiun untuk pejabat lingkup Pemkab Lotim dibatasi hingga 58 tahun dari aturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) bahwa batas usia pensiun ASN bagi pejabat pimpinan tinggi atau pejabat fungsional madya 60 tahun.

“Saya mengambil kebijakan supaya usia pensiun mentok pada usia 58 tahun dari aturan undang-undang 60 tahun untuk JPT,” terang bupati dikonfirmasi Suara NTB, Senin,  8 Juli 2019.

Kebijakan ini diambil untuk memberikan kesempatan kepada pejabat yang lain untuk menduduki kursi kepala dinas. Apabila itu tidak dilakukan, kata bupati, maka sangat sedikit yang bisa menduduki kursi eselon IIb tersebut. Sementara posisi saat ini baru 34 orang pejabat yang sudah masuk eselon IIb dengan puncak jabatan bagi ASN eselon IIa atau jabatan sekretaris daerah (sekda).

 “Jangan sampai nanti pejabat naik eselon IIb atau kursi kepala dinas, baru setahun dua tahun kemudian pensiun. Tapi bagaimana supaya kita berikan kesempatan lebih awal terhadap pejabat yang lain,” ujarnya.

Untuk itu, bupati berpesan kepada CPNSD dan ASN di Kabupaten Lotim pada umumnya terus melanjutkan pendidikannya. Ditekankan bupatu bahwa pendidikan merupakan suatu yang mutlak untuk meraih karir yang lebih tinggi dan lebih baik. “Dinamika berjalan cepat sehingga harus menyesuaikan diri karena tidak ada yang baru menjabat lalu menduduki kursi kabid dan sekdis,” tegas bupati.

Kendati demikian, bupati tidak menampik jika adanya ASN yang bertugas hingga usia 60 tahun meskipun dilakukan pembatasan hingga usia 58 tahun. Pejabat yang bertugas hingga usia 60 tahun itu merupakan yang benar-benar dibutuhkan oleh tugas dan bidang keilmuannya yang tidak ada orang lain yang bisa menggantikannya.

“Kalau hanya tugasnya biasa-biasa saja, cukuplah 58 tahun pensiun. Masih banyak pejabat yang bisa kita tempatkan,”pungkas mantan Dandim 1615/Lotim ini. (yon)