Timsus Pemkab Lotim Temukan Pembangunan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spesifikasi RTG

Ketua Timsus Pemkab Lotim,  M. Zamzami (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Pemkab Lombok Timur (Lotim) membentuk Tim khusus (Timsus) yang bertugas melakukan verifikasi terhadap rumah-rumah korban gempa yang membangun sendiri rumahnya. Temuan lapangan, sudah diverifikasi sebanyak 490 unit rumah dan dari angka itu ditemukan 134 unit rumah dinilai tak sesuai spesifikasi Rumah Tahan Gempa (RTG).

Ketua Timsus, Muhammad Zamzami ketika dikonfirmasi Senin,  8 Juli 2019, menjelaskan, angka jumlah rumah yang terverifikasi terus bertambah. Data disampaikan terakhir tanggal 7 Juli 2019. “Jadi dari 490 yang terverifikasi warga membangun sendiri, sebanyak 356 yang memenuhi standar RTG,” terangnya.

Timsus sebutnya memiliki tim teknis yang bekerja melakukan verifikasi terhadap rumah-rumah yang tidak RTG tersebut, ditawarkan kepada warga untuk melakukan dua hal. Pertama membongkar rumahya dan dibangunkan rumah sesuai standar RTG dan senilai total bantuan Rp 50 juta.

Pilihan kedua Timsus menawarkan, korban gempa menunjukkan lokasi lain tempat pembangunan RTG.  Pilihan yang ditawarkan timsus guna memastikan dana yang sudah dijanjikan pemerintah itu dapat diterima langsung oleh korban.

Alhasil, dari penanganan timsus sendiri sudah berhasil dicairkan dananya sebanyak 175 unit. Terakumulasi dari hitungan masing-masing Rp 50 juta menjadi sekitar Rp 8,75 miliar. Warga yang membangun sendiri rumahnya ini dalam proses pencairan tidak ada mekanisme pembentukan Kelompok Masyarakat (Pokmas).

“Ranah kita yang bangun sendiri dengan syarat yang membagun rumahnya itu masuk dalam SK bupati,” ucapnya.

Sementara itu, terdapat 181 yang sudah direkomendasikan RTG belum terima pembayaran karena beberapa sebab. Antara lain rekening belum terisi, atau masih ada catatan-catatan yang harus dilengkapi oleh pemilik rumah.

Selanjutnya ditekankan Zamzami, tugas Timsus adalah mempercepat realisasi bantuan pemerintah kepada para korban gempa. Diketahui tercatat sebanayk10.170 Kepala Keluarag yang mengalami rusak berat. Dari jumlah data korban tersebut, sudah terisi dalam rekeningnya 7.437 kk terisi. Terbilang masih cukup banyak warga yang belum dapat bantuan dan belum dicairkan.

Dalam melakukan tugasnya, satu-satunya timsus yang ada di seluruh kabupaten/kota se NTB ini memberlakukan ketentuan sangat selektif terhadap semua korban gempa. Dana hanya dapat dicairkan ketika memenuhi syarat RTG. Bahkan terhadap warga yang tidak mengindahkan pilihan yang sudah ditawarkan Timsus, tidak dibuatkan rekomendasi menerima uang bantuan yang sudah dijanjikan pemerintah.

Warga korban gempa yang tidak mengindahkan tawaran Timsus diminta membuat surat pernyataan berisi kesanggupan untuk tidak menyalahkan siapapun. Termasuk tidak menyalahkan pemerintah jika terjadi gempa lagi dan rumahnya hancur. Syukurnya, dari semua yang ditawarkan timsus ini rata-rata menyetujuinya. “Alhamdulillah, rata-rata semua warga mau menerima,” imbuhnya.

Permintaan pembongkaran dilakukan Timsus karena tidak memungkinkan lagi untuk dilakukan perbaikan agar bisa menjadi RTG.  “Rumah yang sulit ini adalah yang jenisnya konvensional, berbeda yang rumah kayu masih bisa diperbaiki agar menjadi RTG,” demikian. (rus)