Pengerjaan Tak Tuntas, Kondisi Taman Rinjani Selong Memperihatinkan

Beginilah kondisi TRS saat ini pascapengerjaan tidak tuntas. Pemkab Lotim mengalokasikan anggaran Rp2,9 miliar untuk revitalisasi. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Kondisi Taman Rinjani Selong (TRS) cukup miris. Pasalnya, sejak proses pengerjaan atau revitalisasi yang gagal dikerjakan hingga tuntas, keberadaan taman yang terletak di jantung Kota Selong ini seolah tak bertuan. Gersang dan tidak terurus sama sekali. Rumput-rumpul liar tumbuh dan terlihat angker ketika malam hari.

Proyek TRS dilakukan pada tahun 2016 lalu dengan nilai anggaran sebesar Rp5 miliar bersumber dari ABPD Kabupaten Lotim saat itu yang dikerjakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Lotim. Namun pengerjaan tidak berjalan mulus hingga dilakukan pemutusan kontrak dengan pihak rekanan.

Sejumlah pihak sangat menyayangkan tidak tuntaskan pengerjaan revitalisasi TRS ini. Bahkan Komisi IV DPRD Lotim sudah memanggil DLHK Lotim selaku pemilik proyek serta ULP selaku pihak yang memenang kontraktor dalam proyek tersebut. Pemanggilan tersebut dilakukan untuk mencari suatu kejelasan dan solusi untuk menyikapi tidak tuntasnya proses revitalisasi TRS.

Selain DPRD Lotim, aksi unjuk rasa terkait gagalnya pengerjaan revitalisasi TRS juga menjadis sorotan Yayasan Gumi Paer Lombok (Yagumpal) yang menggelar aksi unjuk rasa supaya Kejari Lotim mengusut tuntas pengerjaan kasus itu. Ketua Yagumpal, Lalu Juniadi, sangat menyayangkan kondisi TRS yang sebelumnya indah dan asri saat ini cukup memperihatinkan.

Kepala DLHK Lotim, Ir. H. Marhaban, mempersilakan apabila proyek revitalisasi TRS diusut APH. Sementara saat ini utuk desain sudah selesai. Anggaran yang digelontorkan sebesar Rp2,9 miliar. Nilai anggaran ini sangat turun dibandingkan dengan anggaran sebelumnya sebesar Rp5 miliar.

Menurut Marhaban, penganggaran saat ini menyesuaikan dengan eksistensinya. Maka dari itu,wajah dari TRS diyakini tidak akan mengecewakan, terutama melihat dari desainnya. Untuk fase pengerjaannya sendiri ditargetkan tiga sampai empat bulan. (yon)