Belanja Anak Yatim, Baznas Lotim Keluarkan Rp 450 Juta Per Bulan

Abdul Hayyi Zakaria (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Anak yatim sejatinya tidak masuk dalam kategori delapan asnaf yang berhak sebagai penerima zakat. Akan tetapi, alasan hasil ijtihad sejumlah ulama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengeluarkan belanja harian untuk para anak yatim. Secara akumulatif jumlah dana zakat yang dikeluarkan Baznas Rp 450 juta per bulan.

Hal ini dipaparkan Wakil Ketua Baznas Lotim, Abdul Hayyi Zakaria di kantor Baznas Lotim, Selasa, 25 Juni 2019.

Diakuinya, sebagian besar dana zakat ini diperuntukkan untuk anak yatim dan fakir miskin. Dalam sebulan, rata-rata total zakat yang terkumpul dari para muzakki di Baznas Lotim Rp 600-800 juta. Akumulasi untuk fakir miskin dan anak yatim dan telantar ini mencapai separuh dari total zakat yang berhasil dikumpulkan.

Belanja anak yatim dan anak telantar di panti-panti asuhan ini sebutnya dulu sebesar Rp2.500 per hari. Kebijakan Bupati Lotim meminta Baznas mengalokasikan Rp 5 ribu per hari. “Rp 1,500 itu terlalu murah, sehingga dinaikkan menjadi Rp 5 ribu atau Rp 150 ribu per bulan,” urainya. Jumlah anak yatim dan telantar di Lotim ini mencapai 3.000 orang yang diasuh di panti-panti asuhan yang tersebar se Kabupaten Lotim.

Prinsip yang ditekankan pengurus zakat di Baznas Lotim ini tidak boleh ada saldo. Bila perlu, saldo Baznas ini minus. Karenanya, selain ke anak yatim dan telantar yang mendapatkan porsi terbesar, lainnya dana zakat diperuntukkan untuk membantu biaya pengobatan warga Lotim yang sedang sakit.

Disebut, banyak warga Lotim yang butuh bantuan saat tengah sakit. Tidak sedikit warga Lotim ini mengidap penyakit berat dan butuh bantuan biaya. Salah satu upaya yang dilakukan Baznas, bekerjasama dengan Dinas Kesehatan membuat Rumah Singgah. “Sekarang ada rumah singgah di Denpasar Bali,” tuturnya.

Adapun dalam penyaluran zakat ke seluruh mustahiq tersebut katanya Baznas memastikan tidak melalui perantara. Pengurus Baznas sendiri yang datang ke para mustahik. Hal ini dimaksudkan agar penyalurannya tepat sasaran.

Selanjutnya, Baznas juga mengelola zakat produktif. Dilakukan pemberdayaan ekonomi para mustahiq.  Baznas membuat Unit Pemberdayaan Ekonomi Mustahiq (UPEM). UPEM ini sebagai salah satu program unggulan.

Cara ini dinilai bisa menjadi sarana efektif untuk kurangi kemiskinan. Paling tidak, sekarang miskin setelah mendapatkan bantuan Baznas ke depan bisa bisa mengubah kondisi ekonomi menjadi menengah.  Dana zakat dari program UPEM ini diberikan ke pedagang bakulan. (rus)