Luas Kebakaran Hutan di Lereng Rinjani Capai 141 Hektar

Kondisi terkini lereng Gunung Rinjani yang terbakar pada Minggu sore lalu. Hingga Senin, 24 Juni 2019  kondisi api sudah mulai mengecil dan sudah dilakukan penyekatan di padang ilalang untuk membuat api padam. (Suara NTB/TNGR)

Selong (Suara NTB) – Kebakaran hutan di lereng Gunung Rinjani, tepatnya di bukit Peropok Sembalun terus meluas. Hingga Senin,  24 Juni 2019 sore, luas lahan yang terbakar mencapai 141 hektar berdasarkan peta. Pihak dari Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), BPBD dan TNI-Polri terus melakukan upaya pemadaman, salah satu yang dilakukan berupa penyekatan dengan menerabas rumput ilalang.

Dikonfirmasi Suara NTB, Senin,  24 Juni 2019,  Kapolsek Sembalun, Iptu. I Made Sutama, menjelaskan bahwa tim gabungan sudah melaksanakan pengecekan dan membuat penyekat agar api tidak meluas. Hingga pukul 14:30 wita, kondisi api sudah mengecil dan akan mati dengan sendirinya ketika ketemu karang.

Akibat kebakaran itu, tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan situasi saat ini di wilayah Kecamatan Sembalun cukup aman. Sementara, kata Sutama, untuk ke sumber api sangat sulit dikarenakan medan yang cukup terjal, sehingga dibuat suatu penyekat.

Sebelumnya, Kepala TNGR Resort Sembalun, Taufikurahman, mengatakan, kebakaran hutan di kawasan lereng mulai terjadi sekitar pukul 17:17 wita itu terletak di sekitar kawasan hutan Kerah Lembah Peropok atau bukit Kondo. Kebakaran yang terjadi ini tipe kebakaran pemukaan dengan bahan bakar rumput ilalang dan perdu. Di mana penyebab utama dari kebakaran jenis itu dikarenakan aktivitas manusia yang kemungkinan membuat api untuk memasak, membuang puntung rokok. Bahkan kemungkinan disebabkan perburuan satwa seperti rusa yang dilakukan dengan cara tradisional oleh masyarakat.

“Memang di lokasi kebakaran ini ramai dikunjungi wisatawan. Namun kita dari TNGR belum mengelolanya secara maksimal,” ungkapnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Urusan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, Lalu Rusnan, menegaskan berdasarkan koordinasi bersama TNGR dam Polsek Sembalun. Kondisi api sudah padam karena tidak ada rumput atau ilalang yang akan terbakar setelah api berada di puncak. Sementara alat pemadam tidak ada akses untuk dibawa ke lokasi kejadian dikarenakan jaraknya yang cukup jauh. (yon)