Jalur Pendakian Rinjani Dialihkan

Para pelaku wisata Sembalun membantu TNGR membersihkan, menata, memberi rambu tambahan jalur pendakian Rinjani demi kenyamanan dan keamanan pendaki. Berita selengkapnya di halaman 11. (Suara NTB/ist_anto)

Selong (Suara NTB) – Pendakian ke Gunung Rinjani kembali dibuka, menyusul menyusul situasi dan kondisi yang membaik dan relatif pulih pascagempa yang terjadi pada bulan Juli dan Agustus 2018 lalu. Pihak dari Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mengalihkan sejumlah jalur pendakian dikarenakan beberapa jalur sebelumnya retak dan rusak akibat gempa.

Disebutkan Kepala TNGR Resort Sembalun, Taufikurahman, Senin, 24 Juni 2019, jalur yang dibuka terdiri dari empat jalur, di antaranya Sembalun, Senaru, Timbanuh, dan Aik Berik. Empat jalur ini sebelumnya sudah dilakukan survei dan dipastikan aman untuk dilalui oleh pendaki. Saat ini jumlah pendaki yang sudah melakukan pendakian melalui jalur Sembalun sebanyak 137 pendaki yang terdiri dari wisatawan lokal dan mancanegara. “Yang sudah chek in sebanyak

137 pengunjung,” ujarnya.

Untuk memastikan keamanan pendakian, pada hari pertama, kedua hingga ketiga dibukanya jalur pendakian Rinjani, pihak dari TNGR Resort Sembalun bersama TNI-Polri sudah melakukan pengamanan selama enam hari. Pihaknya juga sudah melakukan survei terhadap jalur-jalur pendakian serta melakukan perbaikan dan pembukaan jalur baru.

 “Memang kita melakukan pembukaan jalur baru, pengalihan. Ini berdasarkan survey dan keputusan bersama untuk keselamatan pengunjung di pendakian. Pengalihan jalur ini tidak terlalu jauh dari jalur sebelumnya,”terangnya.

Sementara untuk diizinkannya pendaki langsung menuju Danau Segara Anak, masih dilakukan kajian. Termasuk untuk pembedaan lokasi tenda pendaki perempuan dan laki-laki, pihak dari TNGR belum membahas terlalu jauh akan hal tersebut. “Saat ini hanya dizinkan sampai ke Pelawangan saja. Pendaki tidak boleh turun ke Segara Anak,” tegasnya. (yon)