Pendakian Rinjani Dibuka, Lotim Siap Gencarkan Promosi

Aktivitas Pendakian Rinjani (Suara NTB/ars)

Selong (Suara NTB) – Treking atau pendakian Rinjani adalah salah satu destinasi wisata utama di Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Kebijakan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) yang membuka empat jalur resmi pendakian, dua dari Lotim yakni Timba Nuh dan Sembalun disambut baik Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lotim.

Menyikapi potensi besar kunjungan wisatawan itu, Dispar Lotim siap akan melakukan promosi. Menurut Kepala Bidang Pemasaran Dispar Lotim, Muhir kepada Suara NTB, dengan dibukanya dua jalur resmi memperlihatkan Lotim sebagai daerah utama sebagai daerah kunjungan destinasi wisata Rinjani.

Dituturkan, sesuai hasil pertemuan dengan Dirjen Kemendes dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi beberapa waktu lalu sudah memberikan sinyal akan turut intervensi daerah-daerah tertinggal, seperti Lotim dalam pembangunan pariwisata. Dalam hal promosi, akan coba digencarkan digitalisasi promosi wisata dengan memanfaatkan teknologi yang ada.

Disebut, 50 persen alam Rinjani hingga sampai ke pucuk tertinggi di ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut (mdpl) bisa dinikmati dari Gumi Selaparang. Jalur Timba Nuh dibuka sebagai jalur yang baik dan dikenal lebih sejuk.

Ada juga jalur-jalur lainnya yang potensial. Namun perlu digelar survei terlebih dahulu. Harapannya, masyarakat tidak menggunakan jalur-jalur tikus. Pendakian Rinjani harus tetap ada kontrol dan tidak menggunakan jalur tikus dengan tujuan para pendaki ini bisa terdata dengan baik dan bisa diawasi dengan  baik oleh petugas keamanan.

Sebelumnya pendakian Rinjani khususnya lewat Sembalun ini sempat mendapatkan penolakan juga dari sejumlah masyarakat. Dikatakan Muhir, Rinjani tidak bisa selamanya ditutup. Pasalnya, Rinjani termasuk di dalamnya Sembalun sudah menjadi lirikan dunia.

Rinjani dan Sembalun di dalamnya, sudah masuk geopark dunia, sehingga masyarakat tidak selamanya bersikap antipati pada wisata trekking Rinjani lewat jalur Sembalun. Jika trekking Rinjani jalur Sembalun ditutup, maka orang lain yang justru akan banyak menikmati hasil.

“Mari kita manfaatkan momentum dibukanya Rinjani ini, manfaatkan dengan kembangkan potensi yang kita miliki,” ucapnya.

Banyaknya wisatawan yang berkunjung ini akan memberikan dampak besar bagi perekonomian masyarakat. Finansial secara kuantitatif memang menjadi Penerimaan Negara Bukan Padaj (PNBP) yang ditarik BTNGR. Akan tetapi, finansial secara kualitatif akan langsung diterima oleh masyarakat.

Pendapatan Asli Daerah langsung masuk ke kantong rakyat lewat pemanfaatan jasa tenaga porter mendaki Rinjani dan berbelanjanya para wisatawan di Sembalun. Aktivitas penginapan pun diyakinkan akan hidup. ‘’Tidak seperti semasa masih gempa beberapa waktu lalu yang menyebabkan sepinya kunjungan wisatawan,’’ ujarnya. (rus)