Mangkrak, Taman Labuhan Haji Dikhawatirkan Rusak

Wakil Ketua DPRD Lotim,  H. Daeng Paelori (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Dalam melakukan pembangunan harus berkesinambungan. Apa yang sudah dilangsungkan pada pemerintahan sebelumnya harus berlanjut, sehingga tidak terjadi stagnansi dalam pembangunan. Seperti pembangunan Taman Labuhan Haji sebagai salah satu tempat wisata. Dikhawatirkan, jika terjadi pembiaran selama satu tahun tidak ada anggaran, maka taman yang sudah menghabiskan dana  puluhan miliar ini rusak.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Lotim, H. Daeng Paelori. Daeng yang juga warga Labuhan Haji ini mendesak pemerintah daerah segera melanjutkan pembangunan taman wisata Labuhan Haji. Potensi wisata Labuhan Haji ini dinilai sangat luar biasa untuk dikembangkan.

Lotim sebagai daerah detinasi wisata harus dilengkapi dengan infrastruktur pendukung. “Jangan mimpi kalau menjadikan Lotim sebagai daerah wisata kalau tidak ada komitmen pembangunan infrastruktur,” ucapnya.

Terhadap proyek taman Labuhan Haji yang diakui saat ini mangkrak tahun ini, karena tidak ada alokasi anggaran yang disiapkan untuk pembangunan lanjutan. Menurutnya, tidak dialokasikannya kembali kelanjutan pembangunan, karena pemerintah daerah siap akan menjemput dana pusat untuk membiayai kelanjutan pembangunan. Apalagi ada investor yang berminat untuk berinvestasi dalam kawasan tersebut. Namun, sampai sekarang, tidak kunjung ada realisasi.

Janji proposal dari pemerintah daerah ke pusat ditunggu dikarenakan tidak adanya tindak lanjut, maka diminta nantinya dalam APBD Perubahan dapat dialokasikan anggarannya.

Disampaikan, pembangunan taman Labuhan Haji ini harus berlanjut. Pemerintah tidak boleh membiarkannya mangkrak. Setidaknya mulai dari pemeliharaan atau dengan memasangkan lampu-lampu dalam kawasan tersebut.

Meski untuk melakukan pekerjaan fisik lanjutan terkendala waktu dengan sumber anggaran dari APBD Perubahan, terpenting kata Daeng ada niat kesungguhan dari pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran.

Sebelumnya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Proyek Pembangunan Taman Labuhan Haji, Hadi Jayari mengakui sudah belasan miliar anggaran yang dihabiskan untuk pembangunan. Tahun ini tidak ada alokasi anggaran, karena terkendala keterbatasan dana, di mana pemerintah masih fokus melakukan revitalisasi objek wisata pascagempa.

Tidak ditampik, ada bagian taman yang mengalami kerusakan akibat abrasi. Diakui pula jika dibiarkan terus menerus, maka akan terjadi kerusakan lebih parah. Karenanya direncanakan tahun 2020 mendatang, siap diusulkan anggaran Rp10 miliar untuk melanjutkan pembangunan. (rus)