Penuhi Kebutuhan Air Bersih, Bupati Tinjau Sumber Mata Air

Bupati Lotim  H. M. Sukiman Azmy, melihat kondisi mata air di Tereng Wilis Kecamatan Terara, Senin lalu. Untuk dapat melihat kondisi secara jelas dari balik pagar tembok, bupati harus berpijak dengan menggunakan tumpukan bebatuan. (Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. M. Sukiman Azmy, meninjau sumber mata air yang ada di daerah. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat kondisi mata air dan ketersediaan airnya, apakah memungkinkan dapat dialirkan untuk masyarakat di wilayah selatan. Salah satu sumber mata air yang ditinjau bupati yaitu mata air Tereng Wilis yang terdapat di wilayah Kecamatan Terara, pada Senin lalu.

Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy,MM., mengatakan, apa yang menjadi harapan masyarakat berupa jalan yang masih belum dihotmik, maka Pemda Lotim tahun 2019 akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur. Hal itu untuk menunjang kesejahteraan masyarakat yang ada di Kecamatan Keruak. Sedangkan tahun 2020, pun akan selalu prioritaskan untuk wilayah selatan. Termasuk untuk mengatasi kekurangan air bersih masyarakat di wilayah selatan ini, Pemda Lotim telah berupaya mencari solusi dengan cara mencari mata air dan telah menemukan tiga titik mata air. Tiga mata air yang cukup besar yakni Teraer-Aer, Embung Pesisok, dan Tereng Wilis yang bisa dialirkan untuk masyarakat selatan.

Ke depan pemerintah akan melakukan pembebasan lahan yang terdapat mata air tersebut untuk kemudian menggunakan jaringan pipa yang sudah ada ataupun milik BWS. Semua infrastruktur jaringan pipa ini untuk mengaliri air yang ada, yakni dari utara menuju selatan, sehingga tidak ada lagi wilayah di Lotim yang kekurangan air baik itu air bersih atau pun untuk irigasi.

 Sukiman menyampaikan, Lotim bagian utara dan bagian selatan tidak bisa dipisahkan. Untuk itu, ia mengajak agar masyarakat tetap menjalin hubungan yang baik, karena Lotim bagian utara, mempunyai banyak mata air, sedangkan bagian selatan mempunyai banyak “air mata”, karena daerahnya masih banyak terdampak kekeringan.

“Kita tinggal menunggu moratorium dicabut, barulah Pemda Lotim bisa melaksanakan pemekaran dan kita telah memiliki delapan kecamatan. Tiggal dua  kecamatan lagi untuk bisa menjadi 10 Kecamatan yang merupakan salah satu syarat untuk bisa mekar menjadi Kabupaten Lombok Selatan (KLS),”terang bupati.

Untuk itu, Sukiman berharap segera sosialisasikan kepada masyarakat tentang pemekaran wilayah ini, sehingga tidak terjadi kendala. Sementara DD dan ADD, ia berpesan untuk digunakan dengan jelas. Jangan sampai disalahgunakam supaya pembangunan di Kabupaten Lotim dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan. (yon)