Mata Air di Utara dan “Air Mata” di Selatan

Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy saat Safari Ramadhan di Keruak, Senin (13/5) malam. (Suara NTB/Humas Lotim)

Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) di era kepemimpinan Bupati H. M. Sukiman Azmy dan Wakil Bupati H. Rumaksi Sjamsuddin komitmen menuntaskan visi misinya. Salah satu yang paling sering disebut Bupati Sukiman adalah, air mengalir sepanjang hari. Seluruh masyarakat Lotim baik di bagian utara maupun selatan bisa menikmati air bersih.

MISI mengalirkan air ke rumah-rumah warga warga dan persawahan ini kembali diungkapkan bupati dalam Safari Ramadhan di wilayah Kecamatan Keruak Senin, 13 Mei 2019 malam.

Dalam siaran pers yang diterima Suara NTB, Selasa, 14 Mei 2019, bupati menjelaskan, untuk mengatasi kekurangan air bersih Pemkab Lotim telah berupaya mencari solusi dengan cara mencari mata air dan telah menemukan tiga titik mata air. Antara lain yang disebut cukup besar adalah di Teraer-Aer, Mbung Pesisok yang menurutnya bisa dialirkan untuk masyarakat selatan. Ke depan akan coba dilakukan pembebasan lahan yang terdapat mata air tersebut. Kemudian air bisa menggunakan jaringan perpipaan yang sudah dulu terpasang.

Diakui Bupati, mata air ini sebagian besar berada di Lotim bagian utara. Sedangkan selatan masih banyak menyisakan air mata, karena selalu kekeringan. Mata air utara dibawa ke selatan, sehingga tidak ada lagi air mata. Semua masyarakat Lotim harapannya tidak ada lagi yang kekurangan air. Baik untuk kebutuhan persawahan maupun air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Lotim bagian Utara dan Lotim bagian selatan ini adalah satu kesatuan wilayah. Tidak bisa dipisahkan antara utara dengan selatan. Untuk itu, bupati mengajak menjalin hubungan yang baik. “Karena Lotim bagian Utara mempunyai banyak mata air sedangkan bagian selatan mempunyai banyak air mata,” sebutnya.

Menyinggung soal rencana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) pecahan Lotim, yakni Kabupaten Lombok Selatan (KLS) saat ini sebutnya pemerintah daerah sedang menunggu moratorium dicabut. “Kita tinggal menunggu moratorium dicabut, barulah Pemda Lotim bisa melaksanakan pemekaran dan kita telah memiliki delapan kecamatan, tinggal dua  kecamatan lagi untuk bisa menjadi 10 kecamatan sebagai salah satu syarat untuk bisa mekar menjadi KLS,” ungkapnya.

Selanjutnya diuraikan Bupati Sukiman, infrastruktur jalan prioritas Lotim bagian selatan yang masih belum dihotmic. Pemkab Lotim memprioritaskan pembangunan infrastruktur mulai 2019 ini. Hal itu katanya untuk menunjang kesejahteraan masyarakat yang ada di Kecamatan Keruak.

Camat Keruak, Kamarudin sebelumnya menguraikan air mengalir sepanjang hari untuk kebutuhan irigasi ini sudah mulai. Saat ini di wilayah keruak yang dulunya kering kini terairi dari irigasi Bendungan Pandanduri. Intensitas hujan tahun ini yang cukup sehingga tidak ada gagal panen. Tetapi untuk kebutuhan air bersih, diakui  belum terpenuhi dengan baik. Harapannya, kebutuhan air bersih ini dapat diatasi oleh Pemda, mengingat kebutuhan air bersih sangat penting bagi warga Keruak. (rus)