168.084 Warga Korban Gempa di Lotim akan Terima Jadup

Kepala Disos Lotim, H. Marwan (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Sebanyak 168.084 jiwa atau 43.438 Kepala Keluarga (KK) warga Lombok Timur (Lotim) yang menjadi korban gempa sejak guncangan pertama 29 Juli 2018 lalu dicatat akan menerima jaminan hidup (jadup) yang sudah dijanjikan pemerintah. Pemberian jadup untuk warga Lotim ini masuk tahap kedua dan rencana akan segera dicairkan.

Kepala Dinas Sosial (Disos) Kabupaten Lotim, H. Marwan, Jumat,  3 Mei 2019 menjelaskan korban gempa di Lotim yang menerima jadup ini telah tiga kali diusulkan pemerintah daerah. Tahap pertama diusulkan sebanyak 32.468 jiwa atau 9.515 KK, tahap kedua ada penambahan sebanyak 72.172 jiwa atau sebanyak 18.143 jiwa dan usulan tambahan terakhir sebanyak 63.426 jiwa atau 15.880 KK.

Warga penerima jadup, terangnya tidak saja yang rumahnya mengalami rusak berat. Tapi termasuk juga yang mengalami rusak ringan dan rusak sedang. ‘’Semua diberikan sama nilainya masing-masing Rp 10 ribu per hari,’’ terangnya.

Data yang diusulkan itu sudah dilakukan verifikasi dengan memastikan alamatnya benar sesuai nama. Nama-nama tersebut siap diusulkan langsung ke pusat melalui rekomendasi bupati. Pola pendistribusian jadup ini langsung via rekening.

Jumlah nominalnya Rp600 ribu per jiwa. Jumlah ini berkurang dari janji awal pemerintah akan memberikan selama tiga bulan pascagempa. Namun  dalam perjalanannya berubah menjadi dua bulan saja.

Jadi tidak jadi mendapatkan Rp 900 ribu per jiwa. Meski terjadi pengurangan, sambungnya namun terjadi penambahan jumlah penerima. Di mana tidak saja yang rusak berat yang akan menerima, melainkan turut yang rusak ringan kebagian.

Pengurangan jumlah yang akan diterima warga ini sudah menjadi ketentuan pusat yang diberlakukan di seluruh wialyah yang terkena dampak gempa. Gempa susulan pada 17 Maret  2019 juga siap akan diusulkan untuk menerima jadup. Disebut ada ribuan juga warga Lotim yang rumahnya rusak dan juga membutuhkan bantuan. (rus)