Mesin Penyulingan Air di Pulau Maringkik Tak Berfungsi

Mesin penyulingan air di Pulau Maringkik yang tak berfungsi, meski komponen lain dan perangkatnya terlihat masih bagus. (Suara NTB/bul)

Selong (Suara NTB) – Mesin penyulingan air bantuan Kementerian Kelautan Perikanan di Pulau Maringkik, Lombok Timur hingga saat ini tak berfungsi. Setelah diresmikan, hingga saat ini tak pernah dimanfaatkan. Mesin penyulingan air ini ditempatkan di bagian utara Pulau Maringkik.

Penampungan air ada dua buah, mesin penyulingan dua buah, satu perangkat Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai baterainya. Saluran air dari sumur juga masih terpasang, termasuk pompa airnya. Sayangnya, komponen kelistrikan penghubung masing-masing perangkat sudah putus.

Mesin penyulingan air ini nampaknya masih dapat dimanfaatkan. Demikian pengakuan perangkat desa Pulau Maringkik, Hadrian Agus Andri. Ditempatkan di sebuah area khusus, mesin penyulingan air bantuan ini telah dipenuhi semak-semak. Sepertinya tak lagi ingin diurus oleh masyarakat setempat.

Apalagi mesin penyulingan ini pada saat diberikan tahun 2013 lalu hanya dimanfaatkan tak lama. Itupun, hanya mampu memenuhi kebutuhan air untuk beberapa KK terdekat saja. Mesin penyulingan air ini seperti diketahui, dibantu  pemerintah untuk memenuhi kebutuhan air bersih/air tawar masyarakat pesisir.

Baca juga:  Ditemukan Banyak Kekurangan Volume pada Proyek Pemkot Mataram

Karena itulah, pemerintah menempatkan mesin penyulingan ini salah satunya di sana. Harapan masyarakat Maringkik, mesin penyulingan ini dapat difungsikan. Meski tak menghasilkan air bersih yang layak minum, setidaknya kata Hadrian, kebutuhan air bagi masyarakat sekitarnya dapat dikurangi ketergantungannya pada pasokan air bersih dari luar.

Untuk kebutuhan hidup sehari-hari, masyarakat di Pulau Maringkik mengandalkan air yang dibelinya dari pulau seberang. Satu jeriken isi 30 liter, masyarakat membelinya seharga Rp5.000. Ada juga yang dijual satu tandon, kapasitas 350 liter, harganya Rp80.000.

‘’Atau kalau hujan seperti sekarang, air hujan dari talang dialirkan ke tempat tempat penampungan. Agak terbantu kalau sedang musim hujan,” terangnya. Untuk kebutuhan mendasar ini, Pemkab Lombok Timur, melalui PDAM telah memasangkan saluran air bersih ke Maringkik.

Baca juga:  Gubernur Tantang Pansus Buka Dugaan Penyimpangan Proyek Jalan

Hanya saja, tujuh bulan terakhir, masyarakat tak mendapatkan pasokan air lagi.

‘’Kilometer sudah terpasang. PDAM sudah lama masuk, tapi tidak ada air yang dialirkan. Kan percuma juga pemerintah memasang pipa ke Maringkik,’’ imbuh Hadrian kepada Suara NTB saat menyambut tim Ekspedisi Laskar Nusa 2019 kemarin.

Karena itulah, masih ada harapan karena pemerintah agar mesin penyulingan diperbaiki kembali sehingga bisa dimanfaatkan. Setidaknya, untuk mengurangi ketergantungan kebutuhan air bersih dari luar Maringkik.

Camat Keruak, Kamaruddin yang dikonfirmasi mengaku telah menghubungi pihak PDAM di daerah setempat. Jawaban PDAM, rencananya akan ditelurusi kembali jaringan distribusinya agar air sampai ke Maringkik.

‘’Katanya April ini akan dicek kembali sama PDAM. Sudah saya datangi langsung pihak PDAM,’’ kata Kamaruddin. (bul)