Sekda : Porsi Kuota P3K Lotim Masih Kecil

Advertisement

Selong (Suara NTB) –  Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) beberapa waktu lalu sudah melakukan seleksi terhadap ratusan honores eks kategori II yang mendaftar dalam rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahun 2019. Terkait kemungkinan adanya perubahan-perubahan aturan dari BKN maupun Kemenpan RB, Pemkab Lotim siap mengikutinya.

“Kita di Lotim bagian dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Jadi apapun aturan dan kebijakan pasti kita laksanakan. Tentunya dengan melihat segala aspek dan ketentuan-ketentuan yang ada,” terang Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, H. Rohman Farly, dikonfirmasi Suara NTB, Senin,  4 Maret 2019.

Sekda menyebut, porsi kuota P3K Lotim sampai saat ini masih kecil, yakni masih di bawah angka 100 orang. Inipun, katanya, dengan mengikuti proses seleksi dan memprioritaskan pengabdian dari tenaga honorer itu sendiri serta melihat passing grade hasil tes yang menggunakan CAT-UNBK.

“Porsi kita masih kecil, di bawah seratus orang. Ketika ada putusan terbaru, tentu akan kita ikuti,” terangnya lagi.

Kepala Bidang Data dan Formasi pada BKPSDM Lotim, Yulian Ugi Lusianto, mengaku belum menerima menerima hasil final CAT UNBK terhadap 496 orang. Di mana hasilnya akan dikirim dari Kemendikbud ke BKN untuk kemudian ditembuskan ke BKPSDM. “Hasilnya memang sudah keluar, namun yang tandatangan itu proktor dan pengawas sekolah dan kepala sekolah. Kita hanya sebagai pelaksana menyiapkan peserta,”terangnya.

Untuk jumlah formasi yang diterima belum pasti. Namun Pemda Lotim sudah mengusulkan sebanyak 73 orang. Itupun dilihat dari sistem passing grade, di antaranya untuk kompetensi teknis, manajerial dan sosial budaya kultural. Passing grade sebanyak 65, dan nilai wawancara minimal 15. Apabila ketika passing grade itu terpenuhi, maka tinggal dilakukan perankingan. Jika salah satu dari tiga kriteria perankingan itu tidak terpenuhi, maka yang bersangkutan tidak bisa masuk perankingan.

Adapun dari 496 pendaftar yang berhak untuk mengikuti proses seleksi dengan kuota yang akan diakomodir sebanyak 73 orang untuk tahap I ini, sebanyak 60 orang, tenaga kesehatan sebanyak 4 orang, dan tenaga penyuluh sebanyak 9 orang. Pemkab Lotim tidak menganggarkan penerimaan P3K di tahun 2019, karena anggaran sudah berjalan, sementara kebijakan rekrutmen P3K ini baru dikeluarkan oleh presiden. Namun karena itu kebijakan yang harus dilaksanakan, maka harus dilaksanakan. (yon)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.