Okupansi Hotel Menurun, “Homestay” Kampung Wisata Tetebatu Justru Tetap Terisi

Aktivitas wisatawan yang masih banyak berdatangan ke Tetebatu sepekan terakhir ini.  (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Rendahnya tingkat okupansi hotel-hotel berbintang sebagai tanda minimnya kunjungan wisatawan diklaim tidak berlaku bagi homestay. Khususnya di Kampung Wisata Tetebatu Kecamatan Sikur Kabupaten Lotim yang memastikan masih banyak tamu yang berdatangan, meski disebut juga bulan-bulan ini dengan istilah low season.

Fakta lemahnya kunjungan wisatawan ke hote-hotel ini diakui Pelaku wisata Desa Tetebatu yang juga Ketua Forum Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lotim, Lalu Zainul Padli. Menjawab Suara NTB, Selasa,  26 Februari 2019, Mamiq Padli menyebut ecara keseluruhan di Tetebatu, memperlihatkan homestay tetap terisi.  “Okupansi hotel memang iya, tapi tidaklah untuk homestay,” ucapnya meyakinkan.

Dilihat dari pesanan tamu yang ingin menginap di homestay yang ada di Tetebatu selalu ada setiap harinya. Seperti Booking.com juga banyak yang masuk.

Pengaruh pascagempa pun tidak ada pengaruh signifikan. Karena para pelaku wisata dianjurkan untuk tidak mengunggah foto yang menakutkan, ativitas promosi tetap jalan. “Para pemilik homestay intensif melakukan promosi, semua tamu yang datang ini sudah dijadikan

seperti keluarga. Ketika datang meminta untuk mengajak keluarganya datang dan mencoba menginap di homestay lainnya,” tutur Lalu Padli.

Sebuah terobosan-terobosan unik dilakukan para pelaku wisata Tetebatu ini. Salah satunya, To Be Sasak People. Wisatawan diajak membaur dengan seluruh anggota keluarga dan melakukan aktivitas harian seperti halnya warga Sasak Tetebatu. “Tamu dibikin seperti keluarga,sehingga layanan-layanan booking lewat internet selalu ada yang laku,” urainya.

Dalam sebulan jumlah tamu yang datang dirata-ratakan mencapai 100 orang. Setiap hari ada 5-7 orang. Kalau high season jelas tidak bisa dihitung. Merosotnya tingkat okupansi hotel memang terjadi juga di beberapa wilayah di Lotim, seperti Sembalun dan hotel-hotel yang ada di Lotim bagian selatan.  Salah satu penyebabnya katanya karena cuaca di negara masing-masing.

Salah satu cara agar bisa tetap dikunjungi adalah, menggencarkan promosi. Cara-cara promosi melalui internet terus digencarkan. Efektifnya kepada para tamu-tamu yang datang secara langsung dengan memberi layanan terbaik dan tidak membuat para tamu kecewa datang ke Lombok. (rus)