Pemberian Uang Kaget di Lotim Diduga Salah Sasaran

Selong (Suara NTB) – Sebanyak 2.300 guru negeri dan honorer di Lombok Timur (Lotim) yang terkena dampak gempa menerima uang kaget dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dari jumlah itu diduga ada puluhan guru yang tidak berhak dapat ikut dapat bagian.

“Sebelum dibagikan, kita sudah minta pihak perbankan untuk memblokirnya,” ungkap Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Sekdis Dikbud) Jujuk Ferdianto. Ditemui Selasa kemarin, Jujuk menyebutkan rata-rata masing-masing guru menerima Rp 6-12 juta per orang.

Jumlah yang tidak berhak ini katanya tidak sampai seratus orang. Dikbud sudah mengidentifikasi dan memastikan yang menerima uang kaget dari Kemendikbud langsung itu benar-benar yang berhak.  Disebut mereka yang tidak berhak itu katanya adalah guru yang sudah tidak lagi mengajar di lokasi kena gempa. Para guru

tersebut sejatinya sudah mutasi ke wilayah kecamatan lain, namun namanya masih masuk daftar.

Selain tidak berhak, ada juga guru yang mengajarnya dua tempat yang terindikasi juga mendapatkan dobel. Mengajar di Sekolah Dasar (SD) misalnya, namun juga ditemukan mengajar di tingkat SMP sederajat. Ada sejumlah guru yang dobel langsung di suruh mengembalikan. “Jumlah yang dobel ini pun tidak seberapa dan sudah langsung disuruh mengembalikan,” paparnya.

Program Kemendikbud itu kata Jujuk sama sekali diluar kuasa Dikbud Kabupaten dalam penentuannya. Para penerima katanya ditentukan dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik)..Uang yang diterima itupun langsung masuk ke rekening pribadi masing-masing guru dan tidak ada intervensi dari Dikbud. Tugas Dikbud katanya hanya melakukan verifikasi. Karena mekanisme pencairannya lewat rekening langsung, sehingga bebas dari pemotongan.  (rus)