1.132 Honorer K2 di Lotim Tuntut SK CPNS

Selong (Suara NTB) – Sebanyak 1.132 honorer kategori 2 (K2) di Lombok Timur (Lotim) yang terdiri dari 706 guru dan 426 tenaga lain termasuk para tenaga medis di dalamnya. Selasa,  1 September 2018, perwakilan dari honorer K2 ini mendatangi Penjabat Bupati Lotim Drs. H. Lalu Syafi’i, MM., meminta agar nasib para honorer ini diperhatikan. Ribuan honorer ini menuntut kembali dapat ditetapkan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Penjabat Bupati Lotim, H. Lalu Syafi’i menyatakan tuntutan para honorer K2 ini ingin diperlakukan sama dengan yang sudah terangkat sebelumnya. Mereka mengharapkan ada perhatian lagi dari pemerintah agar mereka diperhatikan kembali. Apalagi usia para honorer yang sudah mengabdikan diri sejak 2001 itu banyak yang mendekati usia pensiun. Lahir tahun 1962. Ini begitu diangkat kesannya langsung pensiun. ‘’Predikat K2 yang sudah lama disandang ini diharapkan dapat kemudahan pengangkatan. Ini yang ada dalam pikiran mereka (K2-red),” ujarnya.

Hanya saja disisi lain aturan-aturan yang diterbitkan oleh pemerintah pusat justru bertolak belakang dengan harapan honorer. Di antaranya karena formasi CPNS untuk Lotim ini sangat sedikit. Diketahui hanya 225 orang se Kabupaten Lotim yang rencana akan direkrut tahun 2018 ini. Kendala lainnya, rekrutmen CPNS ini dibatasi oleh usia minimal 35 tahun yang boleh ikut tes.

Pemerintah daerah kata H.L. Syafi’i akan melakukan beberapa upaya sesuai aspirasi yang diminta. Para honorer K2 ini sudah bersurat melalui jalur organisasi. Sudah bersurat ke Presiden, Menteri dan DPR RI, namun, sampai sekarang belum ada respons.

Bupati diminta juga bersurat. Permintaan tersebut siap akan dipenuhi dan akan segera dilayangkan surat ke pemerintah pusat. “Saya katakan, kalau boleh bupati mengangkat mereka maka hari ini kita akan angkat mereka semua, tapi kita kan tidak boleh mengangkatnya,” ucapnya.  Ada mekanisme aturan yang harus dilalui.

Menurutnya, jikalau sekadar bersurat boleh saja dan menjadi hak seluruh warga. Tidak boleh adalah memaksakan kehendak. “Bersurat bagus, silakan dan kita dorong dan dukung menyampaikan aspirasinya,” imbuhnya. Persoalan pemerintah belum menerima menjadi kewenangan pusat. Terpenting sudah ada ikhtiar.

Arjuna salah satu perwakilan K2 menyampaikan harapannya agar bisa diakomodir pada pengangkatan PNS tahun 2018. Sudah cukup lama para honorer K2 ini menanti. Harapannya saat perekrutan menjadi CPNS nantinya para tenaga guru dan honorer lainnya ini bisa dibebaskan dari segala macam syarat. Apalagi adanya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara yang membatasi usia 35 tahun maksimal baru diperbolehkan.  Aturan-aturan tersebut diminta tidak diberlakukan bagi para honorer K2. Pasalnya, para honorer ini sudah cukup lama mengabdikan diri. (rus)