Kunjungi Pasien Gizi Buruk, Rohmi : Ini PR Besar Kita

Selong (Suara NTB) – Kasus gizi buruk mesti mendapat perhatian dari banyak pihak. Dalam menangani masalah ini, keterlibatan semua pihak sangat diharapkan.

Demikian disampaikan Rektor Universitas Hamzanwadi Selong Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, saat membesuk Muhammad Janji, salah satu pasien gizi buruk yang sedang dirawat di RSUD R. Soedjono Selong, Senin, 15 Januari 2018.

Menurutnya, penyakit gizi buruk tidak bisa dipandang sebelah mata. Melainkan penyakit jenis ini harus menjadi perhatian serius oleh semua pihak, salah satunya dengan memperkuat sinergitas antara lintas sektoral seperti kader posyandu, kepala dusun maupun kepala desa dan pihak-pihak terkait lainnya yang jauh lebih tinggi.

Baca juga:  Gubernur Ingin Pastikan Desa-desa di NTB Ramah Investasi

Beberapa pihak terkait itu, lanjutnya, harus tetap bersinergi untuk menggencarkan sosialisasi dan penanganan terhadap masyarakat yang mengidap penyakit gizi buruk.

Dijelaskan Sitti Rohmi, anak-anak atau orang yang mengidap

penyakit gizi buruk, disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya berawal atau gejala penyakit, seperti yang terjadi pada Muhammad Janji, bocah 7,5 tahun mengalami gizi buruk yang cukup parah. Berawal dari penyakit TBC yang dideritanya, kemudian nafsu makannya berkurang, sehingga menyebabkannya kekurangan asupan gizi.

Baca juga:  Wagub NTB : BKOW Bisa Jadi Kekuatan Pembangunan

“Ini adalah PR (pekerjaan rumah) besar kita, seperti penyakit TBC ini kita jangan lengah,” ujarnya mengingatkan.

Meski penyakit gizi buruk saat ini jauh menurun. Tetapi penyakit gizi buruk merupakan penyakit yang perlu diperhatikan, karena jika kondisi seorang anak dalam kondisi lemah dan penerimaan terhadap nutrisi tidak baik bisa berakibat fatal bagi anak itu sendiri. Untuk itu, di dalam melakukan deteksi dini, maka sinergi antara posyandu, kadus dan kades sangat diperlukan karena pihak-pihak tersebut cukup berperan yang berbaur langsung dengan masyarakat. (yon)