Pilkada Lotim, Golkar Tunggu hasil Survei

Selong (Suara NTB) – Elektabilitas kader-kader Golkar yang akan maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lotim dinilai masih rendah. Partai berlambang pohon beringin ini pun diyakinkan tidak serta merta mengusung kader. Sebagai partai yang rasional dan hanya mengusung calon yang menang, pilihan Golkar bisa beralih ke kandidat lain di luar.

Demikian pengakuan Wakil Sekretaris DPD II Golkar Lotim, Lalu Saparudin Aldi kepada Suara NTB, Selasa, 5 Juni 2017. Golkar, ujarnya, masih akan melihat dulu nanti hasil survei baru memutuskan pilihan.

Baca juga:  Sari Yuliati Masuk Bursa Calon Ketua Golkar NTB

Meski saat ini sudah ada kader-kader Golkar, seperti H. Daeng Paelori dan Mauud Adam yang menyatakan siap maju, namun hal ini belum final dalam tubuh Golkar. “Partai tetap akan tunggu hasil survei dulu,“ akunya.

Ditegaskan, meskipun sebagai kader partai, katanya tidak serta merta langsung diusung jika terbukti dalam hasil survei elektabilitas rendah. “Untuk apa mengusung yang punya elektabilitas rendah,“ ucapnya.

Keinginan partai yang identik dengan warna kuning ini memang mengedepankan calon dari kader. Seperti putusan pleno DPD II beberapa waktu lalu memilih Ketua DPD II Golkar Lotim, H. Daeng Paelori dan Mauud Adam hal ini dalam Golkar tidak dipermasalahkan.

Baca juga:  Golkar NTB Gelar Konsolidasi Pra-Pilkada

Dalam perjalanan sejarah pemilihan kepala daerah Lotim beberapa periode terakhir, diakui Lalu Saparudin Aldi, Golkar tidak pernah menang. Keinginan Golkar pada Pilkada tahun 2018 mendatang, pasangan calon yang diusung adalah yang benar-benar menang. Untuk itu, pilihannya tentu jatuh pada kandidat yang memiliki elektabilitas tinggi.

“Namanya pertarungan politik, jadi harus menang, intinya menang,“ ungkap Saparuddin Aldi.

Ditegaskan, jika bertarung hanya sekadarnya saja, maka dianggap sia-sia saja. Golkar tidak mau kalah lagi dan salah memilih pasangan calon yang akan diusung. Sebagai partai yang identik dengan penguasa, maka Golkar tahun 2018 mendatang harus memilih pasangan yang paling berpotensi untuk menang.

Baca juga:  Musda Golkar NTB Digelar Maret, Suhaili Dikabarkan akan Maju Lagi

Pasangan calon yang paling potensi menang itu digambarkan dari tingkat elektabilitas. Ada beberapa pilihan nama yang akan coba diarahkan nantinya digiring untuk diusung Golkar. Nama-nama tersebut enggan disebut dulu oleh Saparudin Aldi. “Nanti itu kita sebut,“ demikian. (rus)