Kemiskinan di Lotim, Banyak Warga Tidak Bisa Akses Program

Selong (Suara NTB) – Pertumbuhan ekonomi Lombok Timur (Lotim) cukup tinggi. Namun, masih banyak warga miskin. Salah satu penyebab diduga karena banyak warga yang tidak bisa mengakses program. Termasuk program pengentasan kemiskinan disebabkan terbentur data administrasi kependudukan, seperti akta kelahiran.

Demikian disampaikan Asisten I Setda Lotim, H. Juaini Taufik kepada Suara NTB usai mengisi loka karya perumusan model implementasi percepatan peningkatan kepemilikan akta kelahiran bekerjasama dengan LSM Kompak, Selasa, 9 Mei 2017.

Ditegaskannya, legal identitas dari kependudukan ini harus segera dimiliki seluruh penduduk Lotim. Agar, program-program pembangunan yang digelontorkan pemerintah sebenarnya sangat bagus.

Baca juga:  NTB Terbitkan Kartu Identitas Anak Yatim Piatu

Untuk itu, dalam keluarga ingin dipastikan kepemilikan dokumen kependudukan. Orang tua memiliki akta pernikahan, seluruh anak punya akta kelahiran dan usia 17 tahun dan sudah menikah memiliki KTP dan Kartu Keluarga. “Paling tidak lima identitas kependudukan ini harus dimiliki oleh warga,” ucapnya.

Posisi Lotim dari 1,3 juta jiwa penduduk, pemegang akta kelahiran baru 70,01 persen. Masih kecil dan berada di bawah standar nasional. “Standar nasional harus 80 persen,” imbuhnya.

Baca juga:  Pemprov NTB Terus Upayakan Percepatan Penurunan Kemiskinan

Sisa yang belum dicapai terus diburu Pemkab Lotim. Terlebih, pada kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM), masing-masing desa ditarget 100 akta kelahiran. Dari 253 kelurahan/desa, bisa diperoleh 2.530 akta atau 5 persen dari angka kelahiran 24 ribu.

Mengejar target 80 persen, ujarnya, tidak bisa dilakukan sendiri, tapi diperlukan sinergi seluruh stakeholder dan instansi terkait serta tidak bisa mengandalkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

“Butuh keterlibatan semua pihak, tenaga bidan desa membuatkan surat keterangan lahir untuk segera dibuatkan akta kelahiran,“ ujarnya.  (rus)