Banjir Sambelia, 13 Rumah Dilaporkan Hanyut

Advertisement

Mataram (suarantb.com) – Hingga pagi ini, Sabtu, 11 Februari 2017 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB melaporkan bahwa 13 rumah di Desa Sambelia hanyut akibat banjir. Dengan rincian dua rumah hanyut total dan 11 rumah hanyut 50 persen.

Sementara itu di Desa Sugian rumah warga juga mengalami kerusakan. Dengan rincian satu rusak berat dan 75 rusak ringan. Tanggul Sungai Pedek di desa ini juga jebol, yang mengakibatkan akses jalan terganggu.

“Dua desa lainnya, yaitu Desa Dara Kunci dan Desa Belanting masih dilakukan pendataan tentang kerusakannya. Karena akses jalan ke kedua desa ini masih terputus,” ujar Kepala Pelaksana BPBD NTB, Muhammad Rum.

Terganggunya akses transportasi di lokasi banjir, terjadi akibat putusnya empat jembatan, yaitu Jembatan Peteran, Jembatan Sambelia, Jembatan Kuburan dan Jembatan Lang-Lang.

Beruntung, bencana banjir di Kecamatan Sambelia ini tidak menimbulkan korban jiwa. Untuk data jumlah warga terdampak, dijelaskan Rum tengah dilakukan pendataan.

Menurut Rum, saat ini korban banjir Sambelia sangat membutuhkan bantuan air bersih. “Mengingat saluran pipa PDAM terputus. Dapur umum dan jembatan darurat juga sangat dibutuhkan,” katanya.

Penanganan banjir di Sambelia diakui BPBD NTB menghadapi beberapa tantangan. Mulai dari potensi hujan yang tak menentu ditambah area terdampak yang lokasinya terpencar.

“Sinyal komunikasi di beberapa titik juga tidak ada. Kendaraan juga kesulitan karena luapan air banyak menutupi akses jalan,” imbuhnya. (ros)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.