Warga Sudah Terbiasa Temukan Tengkorak Manusia yang Terkubur di Sembalun

Selong (Suara NTB) – Masyarakat setempat di Dusun Lendang Luar, Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun, Lombok Barat, memandang bahwa fenomena penemuan tengkorak manusia di dua tempat penambangan tanah uruk di dusun tersebut merupakan hal yang biasa. Menurut pengakuan para penambang, hampir setiap harinya warga yang melakukan aktivitas penambangan menemukan bagian dari tulang belulang manusia, lalu kemudian menguburnya kembali.

Dikonfirmasi Suara NTB di lokasi penambangan tempat biasa ditemukannya tengkorak manusia itu, Amaq Altin, salah satu penambang setempat mengatakan bahwa penemuan tulang lutut maupun tengkorak manusia di lokasi tempat dilakukannya penambangan merupakan hal yang biasa ditemukan. Sehinggga ia bersama rekannya tidak terlalu menghiraukan terkait tengkorak-tengkorak yang ditemukan. Selain itu, Amaq Altin yang sudah bekerja sebagai penambang sekitar 3 tahun lamanya ini mengungkapkan bahwa tidak ada ketakutan sedikitpun meskipun hari-harinya dihantui oleh penemuan tengkorak maupun tulang manusia.

‘’Sering mas kita temukan tengkorak ataupun tulang manusia disini, (lokasi penambangan). Itu sudah hal yang biasa kita temukan yang kemudian kita kumpulkan dan kita isi dalam karung lalu kemudian kita kubur lagi,’’ terangnya.

Adapun, katanya, yang paling sering ditemukan dari beberapa bagian tubuh manusia di lokasi penambangan, seperti gigi dan bagian lutut. Untuk gigi, lanjutnya, biasa yang ditemukan bagian gigi paling belakang dengan ukuran cukup besar sekitar ukurannya mata linggis. ‘’Yang paling sering kita temukan itu gigi dan bagian lutut. Terkadang beberapa diantaranya sudah menyerupai tanah uruk ini sehingga kita naikkan saja ke atas mobil untuk diangkut,’’ungkapnya.

Sementara, salah satu sopir dump truck yang berkativitas di sana, Neti juga menyampaikan hal sama terkait seringnya ditemukan puluhan tengkorak dan tulang belulang di lokasi penambangan. Untuk penemuan tengkorak, katanya, pertama kali ditemukan sekitar dua tahun yang lalu di lokasi penambangan yang saat ini lahan tersebut sudah dialihfungsikan sebagai ladang dengan ditanamnya tanaman tomat oleh pemiliknya. ‘’Nah, di tempat tanaman tomat itu dulu sering ditemukan tengkorak-tengkorak manusia berukuran besar. Itu setiap hari, ditemukan dengan jumlah tengkorak cukup banyak,’’ tuturnya.

Terpisah, Kepala Dusun Lendang Luar, Desa Sembalun Kecamatan Sembalun, Nasrullah menjelaskan bahwa lokasi penambangan tanah uruk beserta lahan di sekitarnya memang merupakan kuburan. Akan tetapi, katanya, sampai saat ini para tokoh agama maupun sesepuh khususnya yang ada di Dusun Lendang Luar, Desa Sembalun tidak mengetahui kubur tersebut milik siapa. Sehingga sekitar tahun 90-an, kubur yang memiliki luas sekitar 50 sampai 60 are tersebut berdasarkan hasil musyawarah bersama tokoh-tokoh masyarakat, agama dan pihak terkait lainnya pada saat itu dibagi.

‘’Untuk penemuan tengkorak memang sudah merupakan hal yang biasa karena itu bekas kuburan dan tidak ada yang tahu kuburan itu milik siapa. Sehingga pada tahun 90-an lahan kuburan itu dibagi, ada yang menjadikannya ladang untuk bercocok tanam dan ada menjadikannya lokasi penambangan. Untuk pemiliknya juga sudah memegang masing-masing surat dari tanah itu,’’ jelasnya.

Nasrullah meyakini, apabila dilakukan penggalian terhadap semua ladang di sekitar lokasi penambangan. Maka dapat dipastikan bahwa akan ditemukan banyak sekali tengkorak maupun tulang-belulang manusia dengan ukurannya jauh lebih besar dibandingkan ukuran tubuh manusia saat ini. ‘’Saya yakin, kalau digali semua ladang yang ada di sekitar kompleks itu pasti ditemukan banyak sekali tengkorak karena disana bekas kuburan,’’pungkasnya.

Belum Terima Laporan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Lalu Suandi hingga saat ini belum menerima laporan resmi terkait adanya penemuan puluhan tengkorak manusia serta perkakas kuno yang ditemukan oleh pekerja tambang tanah uruk di Dusun Lendang Luar, Desa Sembalun Kecamatan Sembalun. Meskipun demikian, ia berjanji akan menelusuri penemuan tersebut. ‘’Terus terang saya belum mendapatkan informasinya sampai saat ini terkait penemuan perkakas itu,’’akunya dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (13/1).

Menurut Lalu Suandi, penemuan tengkorak dan perkakas kuno saat ini merupakan suatu hal yang menarik untuk ditelusuri secara mendatail kebenaran informasi tersebut. Sehingga salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan koordinasi dengan UPTD Dikbud yang ada di Sembalun untuk terus memantau perkembangan dan aktivitas masyarakat yang melakukan penambangan di lokasi itu. ‘’Nanti kita koordinasikan informasi ini dengan UPTD Dikbud di Sembalun, sehingga segala informasi tetap kita dapatkan,’’ jelasnya.

Sementara Camat Sembalun, Usman, S.Sos menyampaikan bahwa lokasi penambangan tersebut memang merupakan bekas kuburan masyarakat Sembalun zaman dulu. Di katanya, pada tahun 2015 lalu juga sudah ditemukan tengkorak oleh para pekerja tambang di Dusun Lendang Luar tersebut. Sementara untuk yang sekarang, katanya, masyarakat di Kecamatan Sembalun sama sekali tidak ada yang membahas terkait dengan penemuan puluhan tengkorak yang disertai dengan perkakas kuno tersebut. ‘’Memang di lokasi itu bekas kuburan, kemungkinan itu kuburan masyarakat Sembalun zaman dulu,’’ terangnya.

Sementara, Amaq Raihan, masyarakat setempat yang dikonfirmasi Suara NTB juga tidak mengetahui adanya penemuan puluhan tengkorak manusia dilokasi penambangan di Dusun Lendang Luar Kecamatan Sembalun. Ia menyebutkan, lokasi penambangan tanah uruk di Dusun Lendang Luar hanya berjumlah dua tempat, namun satu tempat penambangan itu sudah ditutup.

‘’Memang tadi pagi, (kemarin,red) kita melihat banyak polisi dan mobil yang masuk ke lokasi pertambangan. Tapi kami tidak tahu ada penemuan tengkorak di lokasi penambangan, sama sekali tidak ada informasinya dan kami di dusun ini tidak ada ribut-ribut soal itu,’’ jelasnya. (yon)