Dinas PU Lotim Optimis Pengerukan Labuhan Haji Rampung

Selong (Suara NTB) – Kapal pengeruk kolam labuh Pelabuhan Labuhan Haji sudah tiba. Meski terlambat, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lombok Timur (Lotim) yakin pelaksanaan pengerukan kolam labuh bisa cepat selesai dan sesuai batas kontrak.

PPK Pengerukan Kolam Labuh Labuhan Haji, Nugroho kepada Suara NTB, Senin 24 Oktober 2016 menjelaskan, kapal yang didatangkan kontraktor dari Surabaya terlambat datang dikarenakan mengalami kendala teknis. Pengakuan dari pihak yang membawa kapal, kecepatan laju kapal hanya 2 knot, sehingga sangat lambat.

Kehadiran kapal ini, ujarnya, menunjukkan adanya keseriusan dari rekanan untuk mewujudkan program Pemkab Lotim dengan anggaran sekitar Rp 38 miliar lebih itu. Perusahaan pemilik kapal sudah terikat kontrak dan tidak bisa kemana-mana dan diyakinkan segera akan melaksanakan pengerukan.

Baca juga:  Talud Diperbaiki, Pemprov Perlebar Jalan Gunungsari - Pemenang 2020

Disebut lambat, karena kapal itu tidak memiliki power seperti kapal-kapal lainnya. Kapal hanya membawa alat berat pemecah batu karang. Selama 25 hari ke depan, Nugroho yakin kapal ini bisa bekerja dan menyelesaikan pekerjaannya.

Kemampuan kapal dalam melakukan pengerukan hingga kedalaman 45 meter ke dasar laut. Pihak rekanan meyakinkan, pengerjaan pengerukan dengan kedalaman sampai minus 7 meter itu diyakinkan bisa dengan mudah dilakukan. “Jadi kemampuan kapal itu cukup dalam, kapal biasa membuat teluk,” klaimnya.

Sementara Plt. Kepala Dinas PU Lotim, Ir. Sateriadi mengungkapkan pengerjaan proyek pengerukan kolam labuh Dermaga Labuhan Haji sepenuhnya sudah diserahkan ke ULP. Namun dalam target pengerjaan berdasarkan kesepakatan bersama tim teknis. Proses pengerukan akan dimulai tanggal 5 November dan paling lambat tanggal 10 November dengan lama pengerjaan paling lambat selama 28 hari berdasarkan perhitungan konsultan.

Baca juga:  Pengadaan APE TK/PAUD Kota Bima Diduga Mubazir

Namun apabila tidak terjadi kendala selama proses pengerjaan, Sateriadi menyebut jika pengerjaan bisa tuntas dengan tenggang waktu selama dua minggu.  Dalam pengerukan itu rencananya akan dilakukan dengan luas 300 x 500 meter dan kedalaman yakni minus 7 meter tersebut akan dilakukan oleh kapal keruk yang bekerja secara otomatis.

“Kapal keruk ini cukup canggih, biarpun kaptennya tidur. Namun proses pengerukan secara otomatis tetap berjalan. Sehingga jika tidak ada kendala, pengerukan bisa tuntas selama dua minggu,” klaimnya. (rus/yon)