Penanganan Kasus SDN 7 Terara Kejari Selong Akui Tetap Bekerja

Selong (Suara NTB)

Kejaksaan Negeri (Kejari) Selong Lombok Timur (Lotim) mengaku tetap bekerja dalam penanganan kasus SDN 7 Terara Kecamatan Terara. Dalam penangannya, pihak Kejaksaan tak mau gegabah walaupun proses penanganannya terus dikebut.

Kepada Suara NTB, Kamis, (7/7), Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Selong, Iwan Gustiawan mengaku jika pihaknya terus bekerja dalam mengusut tuntas dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam proyek pembangunan gedung SDN 7 Terara.

Dalam penanganannya, Kejari Selong sudah memeriksa sejumlah pihak terkait, seperti, Kepala Dinas Hubkominfo Lotim, Mahsin, S.Pd,MM yang ketika itu menjabat sebagai Kepala Dinas Dikpora Lotim dan berkapasitas sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Pihaknya juga memeriksa Wakil Ketua DPRD Lotim, H. Ridwan Bajeri dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Plt. Kepala Sekolah SDN 7 Terara, H. Sabarudin dan belasan pihak terkait lainnya. “Sabar ya, intinya kita tetap bekerja,” singkatnya.

Dalam pengusutannya, pihak Kejaksaan juga diketahui sudah melakukan cek fisik terhadap gedung sekolah senilai Rp 762 juta dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2015. Dalam tahap cek fisik itu, Kejari Selong melibatkan tim ahli untuk mengetahui keseuaian proyek dengan juklak juknisnya ataupun ada permainan dalam pembangunan gedung sekolah dengan enam lokal itu.

Disinggung apakah ada pemeriksaan lanjutan terhadap saksi lain ataupun langkah selanjutnya, Iwan enggan untuk mengomentari hal tersebut. Pastinya, katanya, penyidikan terhadap kasus SDN 7 Terara tetap berjalan.  “Nanti kita infokan kelanjutannya, saat ini kan sedang libur,” kilahnya.  (yon)