Gelaran Festival Pesona Bau Nyale Dimulai

Pemilihan Putri Mandalika, Sabtu (8/2) malam menjadi event pembuka Festival Pesona Bau Nyale yang puncaknya akan digelar pada 14-15 Februari. (Suara NTB/kir) 

Praya (Suara NTB) –  Rangkaian kegiatan Festival Pesona Bau Nyale tahun 2020, resmi dimulai yang ditandai dengan malam grand final pemilihan Putri Mandalika di Alun-alun Tastura Lapangan Muhajirin Praya, Sabtu, 8 Februari 2020. Kegiatan ini dibuka langsung Wakil Bupati Lombok Tengah (Loteng) H.L. Pathul Bahri, S.IP

Total ada delapan event yang digelar selama Festival Pesona Bau Nyale berlangsung hingga tanggal 15 Februari mendatang.  Selain pemilihan Putri Mandalika yang merupakan ikon dari Bau Nyale sendiri. Ada juga kontes fotografi, peresean, Mandalika Fashion Carnival hingga perayaan puncak Bau Nyale yang akan berlangsung pada 14-15 Februari mendatang. Di mana grup band ibu kota Setia Band siap manggung dan menghibur masyarakat pengunjung Festival Pesona Bau Nyale tahun ini.

Festival Pesona Bau Nyale, ungkap Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, H.L. Faozal, S.Sos.M.Si., merupakan salah satu event nasional yang masuk kalender event Wonderful Indonesia dan sudah dilaunching beberapa waktu lalu di Jakarta. “Gelaran tahun ini cukup spesial, karena digelar sekaligus untuk menyambung event balap MotoGP Mandalika tahun 2021 mendatang,” jelasnya.

Sementara itu, Wabup Loteng, H.L. Pathul Bahri, S.IP., berharap event Festival Pesona Bau Nyale tahun ini bisa berjalan lancar serta sukses. Itu semua tentunya bisa  tercapai jika ada sinergitas yang kuat antara pemerintah kabupaten dengan provinsi selaku penanggung jawab kegiatan. Karena bagaimana pun juga, Festival Pesona Bau Nyale merupakan event nasional yang harus disukseskan bersama.

Tidak kalah penting, tentunya dukungan dari seluruh lapisan masyarakat di daerah ini, jika, semua event yang digelar di daerah ini tidak akan bisa berhasil dan sukses jika tidak ada dukungan dari masyarkat. “Dukungan dari masyarakat tidak kalah penting. Dalam mensukseskan setiap event di daerah ini. Termasuk Festival Pesona Bau Nyale sendiri,” tandasnya.

Masyarakat dalam hal ini juga harus memahami bahwa, setiap event yang digelar oleh pemerintah bukan semata-mata untuk pemerintah, tapi untuk kepentingan semua elemen masyarakat. Adanya event ini, ujarnya, masyarakat paling tidak bisa berjualan dan pada akhirnya bisa mendatangkan manfaat ekonomi.

‘’Manfaat ekonomi sendiri bisa diperoleh kalau pengunjung event tersebut ramai. Bagaimana event bisa ramai, daerahnya harus aman. Dan, itu tanggung jawab semua lapisan masyarakat di daerah. Jadi kalau daerahnya aman, event akan jadi ramai. Kalau sudah ramai, masyarakat juga bisa untung,’’ pesannya. (kir)