Penyegaran, Enam Pejabat Polres Loteng Dimutasi

Kapolres Loteng, Budi Santosa, memimpin langsung serah terima jabatan pejabat baru di lingkup Polres Loteng, Sabtu (8/2). (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Sebanyak sekitar enam pejabat utama di Polres Lombok Tengah (Loteng), dimutasi. Langkah tersebut sebagai salah satu upaya penyegaran di tubuh Polres Loteng. Hal ini merupakan upaya mendorong peningkatan kinerja organisasi ke depan. Sabtu, 8 Februari 2020, serah terima enam pejabat baru tersebut digelar dan dipimpin langsung Kapolres Loteng, AKBP Budi Santosa, SIK.M.H.

Dari enam pejabat Polres Loteng ini tidak semuanya wajah baru. Ada juga wajah lama yang sebelumnya pernah bertugas di Polres Loteng. Di antaranya, Kapolsek Pringgarata, AKP Suherdi. Sebelumnya menjabat Kasi. BPKB Subdit Regident Ditlantas Polda NTB dan pernah menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Loteng. Jabatan Polsek Pringgarata sebelum dijabat AKP Afrijal, SIK., yang dimutasi sebagai Kasat Reskrim Polres Sumbawa Barat.

Kemudian AKP Didik Harianto, S.H., pernah cukup lama bertugas di Satreskrim Polres Loteng dan kini ditunjuk sebagai Kapolsek Praya Barat, menggantikan posisi AKP Supyan Hadi, S.H., yang dimutasi sebagai Kasi. BPKB Subdit Regident Dit. Lantas Polda NTB. Sedangkan empat pejabat lainnya, merupakan wajah baru.

Masing-masing AKP Priyo Suhartono, SIK., dipercaya sebagai Kasat Reskrim Polres Loteng, menggantikan pejabat sebelumnya, AKP Rafles Girsang, SIK., yang dipindahtugaskan sebagai Kapolsek Mataram. Iptu Hizkia Yosia Claudius Peter Siagian, S.TK.SIK.,sebagai Kasat Resnarkoba, menggantikan AKP Dhafid Shiddiq, S.H.SIK., yang dimutasi untuk mengisi posisi yang ditinggal AKP Priyo Suhartono, SIK., sebagai Kasat Reskrim Polres Lombok Barat (Lobar).

Selanjutnya, Iptu L. Punia Asmara, mengisi jabatan Kasat Polair Polres Loteng, menggantikan pejabat sebelumnya Iptu Tamrin, S.Sos., yang dimutasi sebagai Kasat Resnarkoba Polres Dompu. “Tugas pertama sebagai pejabat baru ialah melakukan adaptasi dan mengenali wilayah serta lingkungan kerja,” tegasnya Kapolres Loteng, AKBP Budi Santosa, SIK.M.H.

Sebagai aparat penegak hukum, ujarnya, tugas utama kepolisian ialah bagaimana mendukung upaya terciptanya kondusivitas wilayah, sehingga masyarakat di daerah ini bisa merasakan situaasi yang aman dan tenteram. Terlebih Loteng, sebagai salah satu destinasi pariwisata nasional maka sangat butuh yang namanya keamanan dan ketertiban.

Karena bagaimana pun juga, pembangunan pariwisata tidak akan bisa berjalan dengan lancar jika tidak ditunjang dengan stabilitas keamanan yang baik. “Bagi pejabat baru, kita berharap bisa melanjutkan hal-hal positif yang telah ditorehkan oleh pejabat sebelumnya. Khususnya dalam mewujudkan situasi yang aman,” ujar Budi.

Secara khusus Kapolres Loteng meminta kepada pejabat baru agar bekerja lebih keras lagi dalam membantu menjaga stabilitas keamanan, khususnya kawasan wisata di daerah ini guna menekan kasus kriminal dengan sasaran wisatawan asing yang selama ini kerap terjadi. Termasuk kasus-kasus peredaran narkoba yang sudah merambah hampir semua kalangan. (kir)