12 Desa Lingkar KEK Mandalika Tanpa Jaringan Komunikasi

Komisi I DPR RI meninjau BTS yang dibangun Kemen Kominfo di Desa Mekarsari Praya Barat Loteng, Kamis, 23 Januari 2020. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Sebanyak 15 desa di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) belum terjangkau jaringan telekomunikasi atau blank spot. Ironisnya, 12 desa di antaranya merupakan desa yang ada di lingkar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Padahal tahun 2021 mendatang, kawasan tersebut akan mulai menggelar event balap dunia MotoGP.

Hal itu terungkap dari laporan Wakil Bupati Loteng, H.L. Pathul Bahri, S.IP., saat menerima kunjungan Komisi I DPR RI di Desa Sukarara Kecamatan Jonggat, Kamis, 23 Januari 2020.

Baca juga:  Paket Proyek “Bypass” BIL-KEK Mandalika Siap Ditender

Wabup menyebut desa yang masih blank spot itu adalah, Desa Selong Belanak, Mekarsari, Mawun, Montong Ajan serta Pandan Tinggang. Di luar itu ada Desa Steling, Aik Berik dan Desa Bebuak.

Atasa laporan tersebut, Komisi I DPR RI langsung merekomendasikan kepada pemerintah pusat supaya persoalan blankspot tersebut segera dituntaskan tahun ini juga. “Saya kira (persoalan) ini sangat serius. Jadi harus segera diselesaikan,” sebut Wakil Ketua Komisi I DPR RI H. Bambang Kristiono (HBK), kepada wartawan, usai pertemuan.

Baca juga:  Kanwil DJP Nusra Bidik Potensi Pajak Lingkar KEK Mandalika

Pihaknya pun dalam hal ini akan berupaya keras mengusahakan agar bagaimana persoalan blank spot khususnya di desa-desa di lingkar kawasan The Mandalika bisa teratasi sebelum gelaran MotoGP tahun 2021 mendatang digelar.  Akan sangat lucu kalau para wisatawan yang jauh-jauh datang ke Pulau Lombok ini tidak mampu berkomunikasi dengan baik. Karena terbentur ketiadaan jaringan komunikasi,” terangnya.

Baca juga:  Investor Asing Ajukan Izin “Money Changer” di Lingkar KEK Mandalika

Hal senada juga disampaikan anggota Komisi I DPR RI, Helmy Faishal Zaini. Selepas dari kunjungan lapangan tersebut, pihaknya akan segera memanggil Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk membahas solusi terkait persoalan tersebut. Termasuk operator telekomunikasi yang ada (kir)